Kepala Sekolah Kucing Garong Part 4

Lanjutan

Namun Bu Lastri tetap kukuh. Wanita berhidung bangir yg malam itu membiarkan rambutnya tergerai tersebut, malah berpaling menunduk. Pak Ilham seperti kehilangan akal karena keinginannya tidak dituruti. Ia turun dari ranjang dan langsung memelorotkan celana dlm Bu Lastri. Keinginanku untuk bisa melihat memek Bu Lastri terpuaskan saat Pak Ilham merentangkan kedua kaki wanita itu. Memek Bu Lastri ternyata tak berjembut. Sepertinya ia rajin mencukurnya. Tetapi memeknya benar-benar gemuk, besar membusung. Di bagian tengahnya terbelah terlihat berkerut-kerut dan berwarna lebih gelap.

Sempat kulihat itilnya. Bagian yg paling ingin kulaihat dari milik Bu Lastri. Tetapi hanya sepintas karena tertutup tubuh Pak Amwar yg berdiri di antara paha Bu Lastri yg mengangkang. Aku berharap Pak Ilham akan menjilati atau bermain-main dulu pada bagian paling merangsang milik wanita itu. Karena kontolku semakin ngaceng. Ternyata tidak. Tetap dlm posisi berdiri diarahkannya batang kontolnya ke lubang nikmat Bu Lastri. Dan yg bisa kulihat selanjutnya hanya pantat Pak Ilham yg terlihat maju mundur.

Aku mencari-cari lubang lain di dinding kamar itu. Maksudnya agar bisa mendapatkan posisi mengintip yg memungkinkan melihat memek Bu Lastri yg tengah disogok-sogok kontol Pak Ilham. Dari sinar yg terpancar keluar, karena di tempat aku mengintip gelap gulita, kulihat sebuah lubang cukup lebar di ujung lain. Aku langsung beringsut perlahan mendekati ubang itu.

Dari posisiku mengintip kali ini, memang cukup strategis. Aku bisa melihat sebagian memek Bu Lastri yg tengah dicolok-colok oleh Pak Ilham dengan kontolnya. Ia terlihat sangat menikmati apa yg yg sedang dilakukannya yakni menyetubuhi istri almarhum bawahannya. Berkali-kali ia mendesah dan nafasnya terdengar memburu sementara Bu Lastri yg terlentang dengan tetek yg terlihat terguncang-guncang akibat sodokan Pak Ilham, sepertinya juga mulai ikut menikmati.

Kudengar ia mulai merintih-rintih perlahan. Hanya sayg, Pak Ilham keburu menyudahi permainan panas itu. Dengan wajah dan tubuh dibanjiri peluh, terlihat ia mempercepat sodokannya. Kulihat ia mengejang sambil memekik tertahan dan akhirnya ambruk menindih tubuh lawan mainnya. Aku kecewa karena tidak bisa melihat adegan persetubuhan secara live itu lebih lama. Namun agaknya bukan aku saja yg kecewa. Saat mendorong ke samping tubuh Pak Ilham agak tidak menindihnya, wajah Bu Lastri juga terlihat kesal. Mungkin karena ia tidak mendapat kenikmatan seperti yg baru direguk Pak Ilham.

Dengan wajah lesu Bu Lastri bangkit dan berdiri. Tanpa menutup tubuh, diambilnya sesuatu dari meja rias. Sepertinya kertas tisue. Lalu, dengan satu kaki ditopangkan di tepi ranjang, beberapa lembar tisue yg diambil dipakainya untuk mengelap memeknya. Membersihkan air mani Pak Ilham yg mengotori vaginanya. Pemandangan itu sedikit mengobati kekecewaanku. Sebab posisi Bu Lastri persis menghadap ke arah tempat aku mengintip dan jaraknya cukup dekat. Tanpa berkedip kutatapi memek tembem Bu Lastri yg besar membusung. Itilnya bener-bener gede. Aku bisa melihatnya dengan jelas karena berkali-kali Bu Lastri mengorek lubang memeknya menggunakan tangannya yg dibalut lembaran kertas tisue. Bagian dlmnya memeknya berwarna merah muda, kontras dengan bagian bibir bagian luar vaginaya yg hitam kebiruan dan berkerut-kerut menebal.

Kontolku makin mengeras dan tegak mengacung sampai terasa sakit karena aku memakai celana jins ketat. Ingin rasanya menyentuh, membelai dan bahkan menjilati memek Bu Lastri. Seperti yg dilakukan remaja pria pada Ny Merry dlm adegan film porno yg menjadi favoritku. Melihat buah dadanya yg besar menggelantung bak buah pepaya, pasti nikmat rasanya bila aku bisa meremas dan menetek di putingnya.

Setelah dianggap cukup bersih dari lendir yg meleleh di memeknya, diambilnya kain panjang yg tersampir di kursi dekat meja rias di kamarnya. Dipakainya untuk membalut diri dan menutup tubuh. Aku yg seperti terhipnotis oleh kemontokan tubuh Bu Lastri tetap dlm posisiku hingga wanita itu ke luar dari kamarnya. Saat itu aku baru sadar bahwa Bu Lastri hendak kamar mandi karena ia membawa pula handuk. Padahal letak kamar mandi berada tak jauh dari ruang kantin.

Secepatnya aku berusaha keluar dari ruang kantin. Tetapi terlambat. Lampu ruang kantin keburu dinyalakan dan aku nyaris bertabrakan dengan Bu Lastri. “Haaaii…. kok kamu di sini Ton (oh ya namaku Anton). Mau apa malam-malam ke sini?,” kata Bu Lastri terkaget-kaget. Ia meneliti ke sekitar ruang kantin. Mencari-cari mungkin dikiran aku tidak sendiri. “Kamu sendiri?” katanya lagi sambil memegangi dan mengencangkan kain panjangnya yg agak merosot karena dibelitkan begitu saja.

Akhirnya kuceritakan bahwa maksud kedatanganku adalah untuk mengambil laptop yg tertinggal di kamarnya. Kukatakan laptop itu milik kakakku dan malam ini akan dipakai mengerjakan tugas kuliah yg tidak bisa ditunda hingga terpaksa malam-malam harus kuambil. “Berarti sudah lama kamu di sini?,” ujar Bu Lastri menyelidik. Aku mengangguk dan jawabanku membuat kening Bu Lastri berkerut.domino

Saat Bu Lastri berniat menginterogasiku lebih jauh, muncul Pak Ilham. Ia telah berpakaian tetapi kancing-kancing bajunya belum terpasang seluruhnya. Mungkin karena tergesa-gesa mendengar adanya orang di ruang kantin. “Eee.. aa anu Pak Ilham ini Anton, murid kelas tiga. Ia mau mengambil laptopnya yg tertinggal di tempat saya tadi siang,” kata Bu Lastri.

Tahu aku menyelundup masuk kompleks sekolah malam-malam dengan memanjat dinding, Pak Ilham yg memang dikenal galak langsung marah-marah. Bahkan menurutnya, mengambil laptop hanya sekedar alasan. Dan yg membuat aku tidak terima, ia juga menuduhku hendak mencuri. “Kamu pasti mau mencuri di sekolah ini hingga untuk masuk saja sampai memanjat tembok. Sudah Bu Lastri kulaporkan saja ke polisi. Biar diurus petugas polisi,” katanya berang sambil mengeluarkan telefon selulernya dan bermaksud memencet nomor tertentu yg hendak dihubunginya.

Panik karena hendak dilaporkan ke polisi dan jengkel karena dituduh hendak mencuri, tiba-tiba timbul keberanian dan terlontar ucapanku yg membuat kaget Pak Ilham. “Silahkan telepon polisi dan laporkan saya. Saya juga akan melaporkan bapak. Saya sudah melihat semuanya yg dilakukan bapak di kamar Bu Kantin,” kataku ketus. Entah timbul dari mana keberanianku itu.

Ucapanku membuat Pak Ilham terbungkam. Bu Lastri juga terlihat bingung dan memegang erat-erat kain panjangnya yg kembali melorot. Baru setelah terdiam beberapa saat, Pak Ilham berubah melunak. Ia meminta Bu Lastri meneruskan ke kamar mandi dan mengajakku masuk ke ruang tamu rumah dinas penjaga sekolah.

“Tolonglah Ton, bapak sebentar lagi pensiun. Nama sekolah ini juga bisa cemar bila ceritakan kejadian ini kepada orang lain. Kamu mau kan?” kata Pak Ilham membujuk. Jengkel karena dituduh mau mencuri, aku diam tetapi tidak mengiyakan. Hanya kupandangi wajah Pak Ilham yg kembali berkeringat dengan sinis.
Nampaknya, sikapku yg tetap menantang membuat dia semakin grogi. Ia menyatakan akan memberiku sejumlah uang bila aku mau tutup mulut. Sampai akhirnya, karena Bu Lastri keburu datang, Pak Ilham memberi sinyal. “Besok kamu masuk saja ke kantor saat jam istirahat kedua. Ada sesuatu yg akan bapak berikan,” kata Pak Ilham berbisik.

Aku diperbolehkan pulang setelah menyatakan kesanggupanku untuk tutup mulut. Setelah menerima laptop kakakku dari Bu Lastri aku ke luar kompleks sekolah diantar Pak Ilham. Kali ini aku keluar lewat pintu belakang yg kuncinya dibukakan Bu Lastri. Aku benar-benar lega sekaligus puas. Lega bisa mengambil laptop kakakku, juga puas karena bisa menekan Pak Ilham kepala sekolah yg dikenal galak. Dan yg membuatku lebih puas, karena bisa melihat memek Bu Lastri yg merangsang. Malam ini akan mengocok sambil membaygkan memek Bu Lastri yg menggairahkanku, ujarku membatin dalam perjalanan pulang di atas sadel sepeda motorku.

Tamat

Cerita Dewasa Habis Gelap Terbitlah Terang

Cerita Dewasa Habis Terang Terbitlah Terang

CERITA BOKEP - Aku masih ingat pada waktu itu, aku mengantarkan adik iparku mengikuti test di sebuah perusahaan di Surabaya. Pada saat adik iparku sebut saja Novi memasuki ruangan test di perusahaan tersebut, aku dengan setia menunggu di ruang lobi perusahaan tersebut. Satu setengah jam sudah aku menunggu selesainya Novi mengerjakan test tersebut hingga jam menunjukkan pukul 11 siang, Novi mulai keluar dari ruangan dan menuju lobi. Aku tanya apakah Novi bisa menjawab semua pertanyaan, dia menjawab, Bisa Mas..
Kalau begitu mari kita pulang pintaku. E.. sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan lapar Novi. Kemudian Novi menggangguk. Setelah beberapa saat Novi merasa badannya agak lemas, dia bilang, Mas mungkin aku masuk angin nich, habis aku kecapekan belajar sih tadi malam. Aku bingung harus berbuat apa, lantas aku tanya biasanya diapakan atau minum obat apa, lantas dia bilang, Biasanya dikerokin Mas.. Wah.. gimana yach.. kataku. Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen yach untuk ngerokin kamu.. Novi hanya mengangguk saja. Poker IDN Play
Lantas aku dan Novi mencari losmen sambil membeli minyak kayu putih untuk kerokan. Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih. Setelah pesan kamar, aku dan Novi masuk ke kamar 11 di ruang atas. Terus gimana cara Mas untuk ngerokin kamu Nov, tanyaku. Tanpa malumalu dia lantas tiduran di kasur, sebab si Novi sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Aku pun segera menghampirinya. Sini dong, Mas kerokin.. Dan astaga si Novi buka bajunya, yang kelihatan BHnya saja, jelas kelihatan putih dan payudaranya padat berisi. Lantas si Novi tengkurap dan aku mulai untuk menggosokkan minyak kayu puih ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.
Hanya beberapa kerokan saja.. Novi bilang, Entar Mas.. BHku aku lepas sekalian yach.. entar mengganggu Mas ngerokin aku. Dan aku terbelalak.. betapa besar payudaranya dan putingnya masih memerah, sebab dia kan masih perawan. Tanpa malumalu aku lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua aku bilang, Sudah Nov.. sudah selesai. Tanpa kusadari Novi membalikkan badannya dengan telentang. Sekarang bagian dadaku Mas tolong dikerik sekalian. Aku senang bukan main. Jelas buah dadanya yang ranum padat itu tersentuh tanganku. Aku berkalikali berkata, Maaf Dik yach.. aku nggak sengaja kok.. Nggak apaapa Mas.. teruskan saja.
Hampir selesai kerokan dadanya, aku sudah kehilangan akal sehatku. Aku pegang payudaranya, aku eluselus. Si Novi hanya diam dan memejamkan matanya.. lantas aku ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya. Novi mendesis, Mas.. Mas.. ahh.., ah ah ahh.. Terus aku kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di vaginanya. Pertama dia mengibaskan tanganku dia bilang, Jangan Mas.. jangan Mas.. Tapi aku nggak peduli.. terus saja aku masukkan tanganku ke CDnya, ternyata vaginanya sudah basah sekali. Lantas tanpa diperintah oleh Novi aku buka rok dan CDnya, dia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan, Yach Mas.. Kini Novi sudah telanjang bulat tak pakai apaapa lagi, wah.. putih mulus, bulunya masih jarang maklum dia baru umur 20 tahun tamat SMA. Poker Uang Asli SalamPoker Lantas aku mulai menciumi vaginanya yang basah dan menjilati vaginanya sampai aku mainkan kelentitnya, dia mengerang keenakan, Mas.. ahh.. uaa.. uaa.. Mas..
Dan mendesisdesis kegirangan, tangan Novi sudah gatal ingin pegang penisku saja. Lantas aku berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Novi memegang penisku dan mengocok penisku. Aku suruh dia untuk mengulum, dia nggak mau, Nggak Mas jijik.. tuh, nggak ah.. Novi nggak mau. Lantas kupegang dan kuarahkan penisku ke mulutnya. Jilatin saja coba.. pintaku. Lantas Novi menjilati penisku, lamakelamaan dia mau untuk mengulum penisku, tapi pas pertama dia kulum penisku, dia mau muntah Huk.. huk.. aku mau muntah Mas, habis penisnya besar dan panjang.. nggak muat tuh mulutku. katanya. Isep lagi saja Nov.. Lantas dia mulai mengulum lagi dan aku menggerayangi vaginanya yang basah. Lantas aku rentangkan badan Novi.
Rasanya penisku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Novi. Novi.. Mas masukkan yah.. penis Mas ke vaginamu, kataku. Novi bilang, Jangan Mas.. aku kan masih perawan. katanya. Aku turuti saja kemauannya, aku tidurin dia dan kugesekgesekkan penisku ke vaginanya. Dia merasakan ada benda tumpul menempel di vaginanya, Mas.. Mas.. jangan.. Aku nggak peduli, terus kugesekkan penisku ke vaginanya, lamakelamaan aku mencoba untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Slep.. Novi menjerit, Ahk.. Mas.. jangan..
Aku tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep.. bles.. Novi menggeliatgeliat dan meringis menahan sakitnya, Mas.. Mas.. sakit tuh.. Mas.. jangan.. Lalu Novi menangis, Mas.. jangan dong.. Aku sudah nggak mempedulikan lagi, sudah telanjur masuk penisku itu.
Lantas aku mulai menggerakkan penisku maju mundur. Ah.. Mas.. ah.. Mas.. Rupanya Novi sudah merasakan nikmat dan meringisringis kesenangan. Mas.. Aku terus dengan cepatnya menggenjot penisku maju mundur. Mas.. Mas.. Dan aku merasakan vagina Novi mengeluarkan cairan. Rupanya dia sudah klimaks, tapi aku belum. Aku mempercepat genjotanku. Terus Mas.. terus Mas.. lebih cepat lagi.. pinta Novi. Tak lama aku merasakan penisku hampir mengeluarkan mani, aku cabut penisku (takut hamil sih) dan aku suruh untuk Novi mengisapnya. Novi mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah. Hem.. hem.. nikmat.. Mas.. Aku bilang, Terus Nov.. aku mau keluar nich.. Novi mempercepat kulumnya dan.. cret.. cret.. maniku muncrat ke mulut Novi. Novi segera mencabut penisku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya. Ah.. ah.. Novi.. maafkan Mas.. yach.. aku khilaf Nov.. maaf.. yach! Nggak apaapa Mas.. semuanya sudah telanjur kok Mas.. Lantas Novi bersandar di pangkuanku. Kuciumi lagi Novi dengan penuh kesayangan hingga akhirnya aku dan Novi pulang dan setelah itu aku pun masih menanam cinta diamdiam dengan Novi kalau istriku pas tidak ada di rumah.




Kepala Sekolah Kucing Garong Part 1

Kuintip Kepala Sekolah Setubuhi Mantan Istri Bawahannya – Pria berusia 55 tahun itu, meski memiliki istri yg menurutku cukup cantik dan terpandang karena memiliki jabatan lumayan tinggi di sebuah instansi, ia masih gemar menyalurkan hasrat seksnya kepada wanita lain. Dan anehnya, wanita yg menjadi pelampiasan nafsu bejatnya adalah Bu Lastri, istri almarhum tukang kebun yg juga pengelola kantin sekolahku.

Gara-gara aku sempat memergoki dan menangkap basah kelakuan menyimpangnya, Pak Ilham kujadikan sumber keuangan sampingan. Dan yg lebih konyol, di samping aku jadi tukang peras terhadap kepala sekolahku sendiri, kelakuan “Kucing Garong” Pak Ilham juga menitis padaku. Ikut memangsa tubuh Bu Lastri yg usianya notabene lebih tua dibanding ibuku. Kisah skandal yg sepertinya tidak masuk akal namun benar-benar terjadi dlm hidupku dan masih kujalani hingga sekarang inilah yg hendak kuungkapkan dlm cerita ini.

Awal cerita ini ketika suatu malam aku dibuat kelabakan. Kakakku, Astri, geger mencari-cari laptopnya yg hilang dari tempatnya tersimpan di kamar. Aku yg memang telah meminjamnya tanpa seijin dia menjadi tak kalah panik. Sebabnya laptop itu tertinggal di kantin sekolah, tepatnya di kamar Bu Lastri sang pengelola kantin setelah dipakai nonton film bokep bareng teman-teman saat istirahat sekolah tadi pagi.

Aku benar-benar ceroboh dan kena batunya kali ini, pikirku membathin. Kulirik jam di dinding kamar, sudah menunjukkan pukul 8 malam lebih sedikit. Aku harus mengambilnya malam ini juga. Kalau tidak, pasti bakal ketahuan kalau aku yg telah mengambilnya tanpa ijin. Diam-diam kuambil sepeda motor dan langsung kabur menuju lokasi sekolahku.

Aku dan kelompok teman-temanku memang sangat akrab dengan Bu Lastri. Mungkin karena kami tak pernah absen nongkrong di kantinnya tiap jam istirahat sekolah. Dia juga tidak keberatan bila aku dan teman-temanku masuk ke kamarnya untuk nonton televisi atau ramai-ramai nonton film bokep. “Kencing saja belum bisa lurus sudah ngelihat film saru (jorok) ih,” paling komentar seperti itu yg keluar dari mulutnya saat memergoki kami tengah mengerubuti laptop memutar film mesum.



Bahkan belakangan kami suka memanggil Bu Lastri dengan julukan Bu Merry bukan Bu Kantin seperti selama ini. Itu terjadi setelah di satu kesempatan kami sama menonton film BF yg menggambarkan adegan incest seorang anak laki-laki menyetubuhi ibunya. Dlm film itu, wanita pemerannya bernama Merry hingga nama itu diabadikan teman-teman untuk memangganti nama Bu Lastri.

Konyol juga sih memang, karena wajah Nyonya Merry di film BF sama sekali nggak mirip dengan Bu Lastri. Meski lumayan cantik, wajah Bu Lastri khas wajah wanita Jawa dan kulitnya agak gelap. Tapi untuk potongan dan bentuk tubuh, sosok Bu Lastri yg tinggi besar memang ada kemiripan. Bahkan, aku memang belum membuktikan karena belum melihatnya, bisa jadi bodinya nggak kalah seksi dengan Nyonya Merry di film BF.

Bersambung

Balas Dendam Dengan Cara Perkosa Dokter Belagu

Seorang dokter wanita muda keturunan Tionghoa menceramahi Yoga begitu ia masuk ke dalam kamar periksa. Yoga yang merasakan badannya masih sakit, berjalan terpincang hanya bisa diam tidak menjawab.

“Saya perhatikan cuma kalian anak-anak muda asli daerah sini saja yang suka balapan liar. Apa udah gak sayang sama nyawa kalian..?

Dokter muda itu masih terus berceloteh. Yoga berusaha tetap cool dengan celotehan pedas itu. Kalau diikutkan perasaan, hatinya memang panas dihina bergitu. Tapi karena badannya sakit dan lutut serta sikutnya tengah dibalut dengan perban karena terjatuh dari motor maka dia mengambil sikap diam.

Yoga teringat peristiwa malam tadi saat dia dan teman-temannya berlomba balapan motor liar di jalanan malam kota. Nasibnya malang karena tergelincir di tikungan dan badannya terhempas ke jalan aspal yang keras. Badan, lutut dan sikunya memar serta mengeluarkan banyak darah. Nasib baik helm yang dipakainya tidak terlepas tetap melindungi kepalanya, kalau tidak kepalanya mungkin bisa bocor.

Yoga memilih untuk mendapat perawatan di sebuah klinik dokter umum. Dia enggan ke rumah sakit karena para suster di sana pasti akan menyindir hobinya itu. Tapi tak disangkanya, di klinik dokter umum ini pun sang dokter meyinggung-nyinggung hobinya itu. Dokter keturunan cina muda itu sungguh cantik dan Toge.. yupzz bahkan toket gedenya teramat sangat masih kenceng, maklumlah mungkin dia masih perawan. Dokter ini pantas jadi seorang model, fikir Yoga.

“Duduk, anda sakit apa?” Tanya dokter muda itu.

Yoga berjalan perlahan sambil memandang ke dinding di belakang dokter yang memakai baju dokter warna putih. Di dalam sebuah figura terlihat ijazah dokter ini. Dr. Sinta Angeline Chie.

“Saya sakit di sini dokter,” jawab Yoga malu sambil menunjukkan selangkangannya.

“Memangnya kenapa?” tanya sang dokter.

“Terjepit resleting dokter,” jawab Yoga terputus-putus menahan malu.

“Coba anda buka celananya dan berbaring di sana,” sambil tangannya menunjukkan sebuah tempat tidur kecil yang dijadikan tempat pemeriksaan.

Yoga membuka celana yang dipakainya dan berbaring di tempat tidur pemeriksaan seperti yang diarahkan oleh si dokter Tionghoa tersebut.

Dr. Sinta memeriksa sambil memegangi batang kontol Yoga dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan karet.

“Ini salah kamu sendiri. Kalau saja kamu tidak membuang kulit yang membungkusi kepala penismu ini tentu tidak akan begini jadinya.” Dr. Sinta bersuara sambil mengelusi kepala licin kontol Yoga yang lecet.

Yoga berfikir. Salahkah aku karena aku disunat. Dokter cina ini menyalahkan aku karena kulit kulupku telah dibuang.

“Anda tak tau kan, kulit kulup berfungsi untuk melindungi kepala penis. Kalau kulupnya dibuang itu emangnya untuk apa?” Dr. Sinta masih mengomel.

“Saya suka perempuan-perempuan kalian, kepala mereka ditutup dengan baik. Tapi saya tak suka penis kalian, kulit penutup kepala malah dibuang.”

Yoga sungguh geram saat kontolnya dihina seperti itu oleh sang dokter. Namun perasaan marahnya tidak ditunjukkan karena lukanya sedang diperiksa. Kalau gak bisa nahan emosi udah diterjang dokter cina itu. Malunya semakin menjadi saat sang asisten dokter tersebut senyum-senyum ketika Dr. Sinta terus-terusan mengomel.

“Susi! Kalau Suami kamu disunat gak?”

“Enggak, dokter,” jawab Susi yang tampak dari penampilannya berasal dari Papua.

“Kamu suka yang disunat atau gak disunat?” tanya Dr. Sinta lagi.

“Saya tak permasalahkan itu dokter. Asalkan kontol itu bisa bangun cukup keras dan bisa memuaskan saya.” Jawab Susi ringan.

Yoga geram. Dokter ni mau mengobatinya yang lagi kesakitan ini atau malah mau mengobrol dengan asistennya.

“Saya kalau nikah nanti mau pilih yang tak disunat,” Dr. Sinta berceloteh tanpa rasa malu kepada Yoga yang sedang dirawatnya. Atau dokter amoy ini memang sengaja ingin memojokkan Yoga.

“Kalau ternyata dia disunat lalu bagaimana dokter?” tanya Susi.

“Sebelum dinikahi, saya pasti akan periksa kontolnya terlebih dulu. Saya perlu uji keperkasaannya.”

“Dokter tak masalah kalau nanti saat malam pertama dokter sudah tidak virgin lagi?”

“Sekarang pun saya sudah tak virgin.” Oceh mulut tipis dokter muda itu.

Yoga hanya diam saja di atas ranjang pemeriksaan. Perasaan geramnya masih bersisa. Rasa malu dan terhina muncul sepanjang dokter bermata sipit itu berceloteh menganggap rendah kontol miliknya. Sang dokter terus menyapu cairan obat ke bagian kepala kontol yang terluka. Yoga merasa pedih ketika obat diusapkan. Sensasi geli juga ada ketika kapas obat merayap di kepala kontolnya.

“Okay, dah selesai. kontolmu ini berukuran kecil sekali. Tak ada perempuan yang suka.” Sempat pula dokter muda ini menyepet Yoga dengan sinis.

Emosi Yoga kembali tersulut bara api. Ngomongnya sih pelan tapi dalem… Mungkin kalau dia tidak sedang sakit waktu itu juga dokter cina itu akan diperkosanya. Kata-kata dokter tersebut melukai perasaannya. Yoga merasa terhina.

“Aku merasa terhina dengan dokter haram sialan itu.” Yoga menceritakan kejadian yang menimpanya kepada Reza kawannya seminggu setelah pemeriksaan.

“Lalu sekarang kamu mau ngapain?” tanya Reza.

“Aku mau balas dendam, biar dia rasakan batang kontolku ni,” Yoga masih menyimpan amarah.

“Kau mau ikut aku?” tanya Yoga.

“Bolehlah, aku ingin menjajal liang bool tuh amoy.”

Jam sepuluh malam itu Yoga dan Reza sedang menunggu di depan klinik Dr. Sinta. Satu persatu asisten dokter tersebut meninggalkan klinik. Sepuluh menit mengamati munculah Dr. Sinta. Dia sedang memegangi kunci untuk menutup kliniknya. Lalu dengan cepat Yoga dan Reza menerobos dan memegangi sang dokter muda dari belakang. Sambil mulutnya dibekap badan dokter tersebut didorong masuk ke dalam klinik.

Yoga dibantu Reza menarik dokter amoy tersebut ke dalam ruang periksa pasien. Lampu dinyalakan terang dan dokter tersebut dibaringkan di atas tempat tidur untuk memeriksa pasien. Yoga mengeluarkan pisau kecil yang disimpan dalam sakunya dan ujungnya dirapatkan ke pipi licin sang dokter.

“Kalau kamu menjerit pisau ini akan menoreh pipimu yang cantik ini.” Yoga memberi ancaman kepada Dr. Sinta.

“Kalau mau selamat ikuti saja perintah kami,” sambung Reza.

Dengan penuh ketakutan Dr. Sinta mengikuti saja ancaman mereka tanpa berupaya melawan. Dua orang pria lokal yang berbadan kekar ini bisa melakukan apapun kepada dirinya. Yoga memegang erat paha Dr. Sinta yang memakai rok pendek berwarna hitam. Dr. Sinta hanya memejamkan matanya saat kancing bajunya di copot satu persatu .. hingga tampaklah toket gede dokter amoy itu.

Lalu rok mininya yang berwarna hitam diangkat jemari Yoga keatas. Airmata mulai jatuh keluar dari kelopak matanya saat Yoga kemudian menanggalkan rok yang dipakainya itu sehingga menampilkan paha dan batang kakinya yang amat putih namun memeknya masih di bungkus celana dalam berwarna cream. Yoga menjilati paha dokter amoy itu karena terangsang menikmati pemandangan indah di hadapannya.

“Minggu lalu kau menghina burungku. Kau bilang burung bersunat buruk rupa. Kau bilang lagi burungku kecil, tak ada perempuan mau. Sekarang aku mau kau rasakan burung milikku ini.”

Dengan perasaan yang masih takut Dr. Sinta mulia teringat pada lelaki di hadapannya. Dr. Sinta masih ingat pemuda yang mengangkang dan dirawatnya disini karena kepala penisnya terjepit resleting. Dr. Sinta lalu mulai menyesal kerana telah menghina pemuda ini. Tak disangkanya pemuda ini berdendam kepadanya.

Lalu Dokter sinta disuruh berdiri, setelah berdiri di doronglah dokter sinta ke tembok, hingga ia terpojok di tembok itu setelah itu dibukalah baju dinas dokter Sinta yang berwarna putih itu… dan kini dokter sinta hanya mengenakan Celana Dalamnya yang berwarna cream, dia hanya bisa pasrah bersender di tembok sambil menutup mukanya.

Kemudian dokter sinta kembali di baringkan di tempat tidur tadi dan Akhirnya hanya celana dalam Dr. Sinta yang berwarna cream itu yang menutupi tubuh mulusnya. Yoga pun menciumi dari ujung kaki hingga sampai ke celana dalam Dr. Sinta.

Mengeliat-geliat lah Dr. Sinta diperlakukan begitu. Yoga kemudian menarik turun celana dalam Dr. Sinta dan menampakkan gundukan memek putih yang tertutupi dengan bulu-bulu halus warna hitam dan amat mennggairahkan.

Yoga pun terus mengarahkan mukanya ke celah belahan memek dari Dr. Sinta dan menjilat-jilatnya dengan penuh nafsu. Mengeliat-ngeliat Dr. Sinta diperlakukan begitu. Memeknya terasa geli dijilati Yoga. Walau pun tanpa kerelaan tapi lidah Yoga yang menyiksa kelentitnya membuat nafsunya membara juga. Sambil menjilat memek Dr. Sinta, tangan Yoga tak henti-henti meraba-raba paha dan seluruh tubuh Dr. Sinta. Dr. Sinta menjerit-jerit kecil disaat Yoga menghisap biji kelentitnya yang terasa nikmat. Terangkat-angkat pantat Dr. Sinta menahan cobaan tapi nikmat.

Yoga tak peduli dengan memek si perempuan sipit yang bau Air kencing itu. Mungkin Dr. Sinta tak mencuci memeknya sehabis kencing. Yoga mulai mengganas dan ingin menggarap bagian atas tubuh Dr. Sinta juga.

Bibir Dr. Sinta kini menjadi mangsa ciuman Yoga dan jari-jemarinya meremas buah dada toge nan padat milik Dr. Sinta. Kelihatan pipi Dr. Sinta yang lembut dan putih itu berubah menjadi kemerah-merahan kelika Yoga semakin mengganas. Yoga mulai membuka pakaian dan celana jeansnya. Yoga pun menanggalkan celana dalamnya dan mengeluarkan batang kontolnya yang telah lama mengeras. Batang kontol sepanjang enam inci itu mengganguk-angguk menunggu mangsanya.

“Jangan… tolong jangan lanjutkan…, saya minta maaf,” kata Dr. Sinta memohon belas kasihan.

“Sudah terlambat kau minta maaf. Sekarang kau rasakanlah kontol yang sudah disunat ku ni.” Yoga tertawa kecil.

Yoga mengurut batang kontolnya. Helm bulat warna coklat tua itu mengkilat. Sengaja didekatkan ke muka amoy cantik itu… Dr. Sinta tak menyangka batang penis kecil dan pendek waktu dia periksa minggu lalu dapat tumbuh hingga sebesar itu.

“Sekali kau mencoba kontolku yang udah disunat ini, kamu akan ketagihan. Rasakan sensasi dan kenikmatannya.”

Yoga terus mengangkangkan Dr. Sinta yang tidak berdaya itu lalu kelihatan lubang memeknya terbuka lebar dan siap untuk digarapnya. Yoga tidak menunggu lama lagi.. yogapun menusukkan batang kontol yang pernah dihina sang dokter cina ke dalam liang memek Dr. Sinta yang masih sempit itu. Yoga merasakan kenikmatan yang tidak terhingga ketika batang penisnya masuk menerobos ke dalam memek si amoy. Dr. Sinta hanya menutupi mukanya. “Jleb-jleb-jleb” blebes .. bunyi memek milik Dr. Sinta digenjoti Yoga dengan penuh nafsu.

Reza yang tadinya hanya menonton mulai beraksi karena nafsunya juga ikut membahana badai, selain itu karena reza juga sering membuka situs bokepdo.com, jadi nafsunya semakin beringas. Toket milik wanita cina yang sintal itu diremas-remasinya.

Ketiak licin dokter amoy itu dicium dan dihirupinya. Cukup wangi ketiak dokter muda ini. Dr. Sinta kegelian saat lidah Reza mulai bolak-balik di kulit ketiaknya yang licin.

Yoga meneruskan aksinya. Batang kontolnya ditarik dari lubang memek Dr. Sinta. Diangkatnya badan dokter muda itu dan diletakkan di lantai. Diarahkan dokter amoy itu supaya merangkak. Kontolnya yang basah dengan lendir memek Dr. Sinta didorongnya masuk dari belakang. Dr. Sinta hanya mampu mengerang. Terayun-ayun toketnya yang tergantung. kini mereka melakukan Doggy style

Reza yang mengamati saja tingkah laku Yoga dan Dr. Sinta tak dapat lagi menahan nafsunya. Celananya dipelorotkan dan kontol miliknya yang sedikit lebih besar dengan milik Yoga berdiri menegang dengan keras. Kontol itu dipaksakankan masuk ke mulut Dr. Sinta.

“Sekarang hisap juga kontol yang udah sunat milikku. Nanti tentu kau akan merasakan enaknya,” usik Reza sambil mengarahkan kontolnya yang besar dan panjang itu ke muka Dr. Sinta. Dr. Sinta hanya mampu melihat tanpa berani melawan.

“Buka mulutmu dan sedotilah, tunggu apa lagi,” perintah Reza dengan suara keras.
Dr. Sinta membuka mulut tanpa daya dan mulai mengecapi kepala licin bentuk helm jerman menerobos ke mulutnya. Dr. Sinta menghisap dan mengemut batang kontol yang besar hingga Reza mengerang-ngerang keenakan.

Lama-kelamaan Dr. Sinta telah keletihan dan hanya mampu menuruti saja perlakuan Yoga dan Reza kehadapnya. Akhirnya Dr. Sinta tidak mampu bertahan lagi dengan genjotan dari kontol Yoga dan dia pun telah basah berkeringat karena hampir klimaks. Mata Dr. Sinta kelihatan amat kuyu dan keletihan sementara buah dadanya menegang tajam karena merasakan orgasme yang amat hebat, maklumlah kali pertama baginya dientot oleh lelaki yang bersunat. konto yang sebelumnya dianggapnya tidak menarik ternyata terasa sungguh hebat.

Akhirnya Dr. Sinta klimaks dan air juice memeknya keluar juga dengan banyaknya dan kelihatan meleleh pada liang memeknya. Kali pertama Dr. Sinta mendapat orgasme dari persetubuhannya dengan penis yang udah disunat. Sebelumnya teman lelakinya yang masih berkulup yang melayaninya ngentot. Mengerang hebat si amoy cantik saat dia mengalami klimaks. Menggigil badannya merasakan kenikmatan yang amat sangat.

Yoga juga turut orgasme menyusul sang dokter saat melihat amoy muda yang cantik yang digenjotnya itu klimaks dan dia meraung kuat dalam orgasme sambil menembak-nembakkan air kejantannya ke dalam liang memek Dr. Sinta. Perempuan cina itu dapat merasakan cairan panas menerpa kencang ke rongga rahimnya. Pangkal rahimnya terkemut-kemut menyedot benih pria pribumi yang amat banyak. Mungkin dua buah zakar punya Yoga ngecrot disana mengosongkan seluruh amunisinya.

Reza juga tak tertahan lagi saat mulut mungil yang hangat itu membelai batang penisnya. Reza yang belum pernah merasakan kengahatan dari perempuan tak dapat bertahan lama dan menembakkan air maninya ke dalam mulut Dr. Sinta. Dr. Sinta dengan lemah menelan semua mani dari kontol Reza. Terasa anyir tapi ditelan juga.

“Sekarang kau nikmati kontol yang kau hina. Kau bilang tak ingin kontol yang sunat. bagaimana rasanya?”

“Enaak..” Dr. Sinta menjawab dengan perasaan malu.

Sekarang Dr. Sinta mengakui batang penis pria lokal milik dua orang ini lebih nikmat dari batang teman lelakinya. Dia telah salah sangka. Dan dia merasa bersalah karena menghina kontol lelaki ini. Tapi bila dipikirkan ada pula hikmahnya. Dia dapat menikmati batang penis yang dipotong kulit penutupnya. Rasanya juga nikmat. Dr. Sinta mulai berpikir untuk menyuruh teman lelakinya dikhitan juga.

Reza dan Yoga mengenakan pakaian dan meninggalkan dokter cina tersebut terbaring kecapekan di lantai.

“Tak sempat aku merasakan memeknya amoy. Hisapannya pasti dahsyat, aku sudah tak tahan.” Reza mengeluh perlahan.

“Kau jangan sedih. Minggu depan kita garap lagi dokter cina tu.”

Yoga dan Reza tertawa berderai dalam mobil. Yoga dan Reza membuat rencana mereka selanjutnya. Apalagi Reza bersikukuh ingin menikmati juga memek milik amoy yang cantik itu. Kali ini mereka akan mengajak seorang teman dekat mereka yang juga ingin merasai memek amoy yang ketat itu. Maklum saja dua orang jejaka jones ini belum pernah merasai nikmatnya ngentot. Hanya nyabun dan coli saja yang mereka tahu, itupun sudah terasa nikmat yang tak terhingga.

Cuti Membuat Adik Pacarku Ku Entot

Inilah Penampakan Adik Pacarku

Salam Cerita Seks - Kejadiannya sih baru-baru aja…
Karena suntuk dengan kerjaan harian dikantor yang seabrek-abrek, aku ambil cuti tahunanku…
Yah refreshinglah istirahat di rumah.. mau keluar kota juga bini ndak bisa cuti…
Lumayanlah dapat jatah seminggu buat istirahat..
Yah hari pertama cuti sih masih enjoy tapi karena biasa kerja, dirumah jadi bingung sendiri mesti ngapain.. ya udah aku hidupkan laptopku surfing di DS..
Rumahku bersebelahan dengan rumah mertuaku.. yah rumah pojok, rumah mertuaku menghadap ke sisi lain, aku ke sisi lainnya lagi.. Cuma dapurnya aja yang nyatu… dirumah Cuma aku dan istriku saja, kalo dirumah mertua ada tiga orang Bapak, Ibu dan adik iparku..Hari itu dirumah cuma ada aku sendiri, sedangkan dirumah mertua cuma ada Bapak, ibu sedang dirumah neneknya istri.
Lagi asyik-asyiknya baca cerita di DS eh muncul aja mertuaku dari dapur.. kontan aku tutup laptopku..Oh ternyata mau pinjam motorku, katanya sih mau jemput mertua perempuanku, dan pulangnya agak sorean, maklum jarak tempuhnya aja setengah jam dari rumah.Ya udah aku pinjaman aja, toh aku ndak kemana-mana.
“Bapak pergi dulu ya. Titip rumah ya, ntar kalo Yuni mau pulang tolong dikunci ya pintu rumah depan, dia lagi ngetik di kamar Roni”.
“Iya pak” jawabku sambil menutup pintu garasi.Yuni pacar adik iparku, Cuma saja Roni lagi tugas keluar kota, yg aku tau mereka bekerja di LSM yang sama. Jadi yah wajar aja kalo si Yuni pake computer adikku, karena mereka biasa kerja di kamar itu. SalamPoker
Selain itu yang aku tau dari biniku si Yuni nih janda yang sudah punya 2 anak, suaminya meninggal karena Overdosis 2 tahun yang lalu. Dasar si Roni nih emang agak playboy. Setahun bisa berapa kali ganti pacar, entah kapan dia mau kawin.Ya udah aku kembali ke Laptop (emang tukul) makin asyik dengan DS, wah nih adik kecilku juga ikut tegang. Aku ndak sadar ternyata si Yuni udah muncul di depanku.. waduh aku kaget plus malu karena di laptopku masih terbuka gambar dari forum Indonesia, seorang amoy yang bugil..
Spontan aku tanya dia “Sudah mau pulang Yun?” tanyaku.
Eh dianya malah senyum-senyum aja lihat aku kaget, dan matanya juga melirik adikku yang lagi tegang, mana aku lagi pake celana tidur pendek ndak pake CD lagi.
“eh ndak mas” jawabnya “pas tadi ambil air ke dapur, yun dengar suara dirumah mas”
“Yun takut ada maling, rupanya mas”
“ndak kerja mas?” tanya dia “oh lagi cuti nih yun, refreshing lah lagi capek”“oh… Mbak kemana?” tanyanya “ya kerja, aku cuti sendirian aja waktunya lagi ndak klop dengan mbak”
“Mas lagi chating ya?” sambil menarik kursi ke arah meja kerjaku dan duduk disampingku. Untung gambar amoy tadi udah hilang karena pas dia narik kursi aku sempat ‘back’
“ndak yun Cuma surfing aja baca-baca berita” bohongku, tapi dasar anak sekarang ndak ada yang gaptek lagi dah..
“hmmm Dunia Sex??? Emang ada berita apa mas” nih anak mulai mendekati laptopku “Yuni boleh ikutan ya??” eh bukan sekedar ikutan, malahan nih anak pegang mouse ku, mulai klik sana-sini, kacau dah.Aku terpaksa agak mundurin kursiku supaya posisinya lebih enak,
“Thanks ya mas, lihat bentar aja” sambil badannya lebih dicondongkan ke laptopku, hampir menutupi aku.
Aku diam saja, kulihat tubuh yuni dari belakang, yah ternyata bokongnya lebih bohay, walaupun udah punya anak, kulitnya cokalt sawo matang dan sedikit berbulu, bau harum keluar dari tubuhnya, benar-benar terawat tubuhnya nih anak pikurku.
“Mas isinya benar-benar sex semua nih” katanya “hebat yah mas ada kamasutranya, ada ceritanya, wah komplit nih, ada room yang bagus kayak gini kok yun ndak pernah tau ya”“coba mas baca yang ini, seru lo” KODE ID PRO POKER ONLINE
Aku maju dan membaca ceritanya. Memang aku sengaja mendekatkan wajahku kesampingnya karena pengaruh wanginya tadi aku ingin lebih mencari asal wangi itu,
Mungkin karena terlalu dekat yun agak menjauhkan wajahnya dariku, aku agak menyesal dan malu, aku diam saja sambil pura-pura membaca, padahal pikiranku kalut “waduh gimana kalo dia cerita ke Roni yah, mati aku, bisa berabe nih urusanku dengan bini”Eh rupanya aku salah, ndak lama wajahnya mendekati wajahku lagi, “Gimana mas asyik kan??” nafasnya yang wangi karena mungkin sebelumnya dia makan permen terasa sekali.
“iya nih pandai kamu cari ceritanya” aku berlagak tau padahal sama sekali ndak kubaca, sambil aku memalingkan wajahku kearahnya,Karena jarak kami yang dekat, hidungku sampai menyentuh pipinya yang mulus itu, ntah terkejut atau gimana yuni justru menekan hidungku dengan wajahnya, aku cepat berpaling menghadap ke laptop, dengan pelan kukatakan “Eh sorry yun” kataku.
“Ndak apa-apa mas” katanya sambil tersenyum.Kami meneruskan membaca cerita itu.. tentang seorang tante yang bercinta dengan keponakannya.
Agak pegal badanku, aku agak sedikit mundur, kubiarkan yun lebih dekat ke laptop, sambil kusandarkan tangan kiriku ke kursi yuni,Sebenarnya Yuni tahu tanganku ada di kursinya dia malah mundur duduknya sehingga tanganku agak tertimpa oleh bokong indahnya itu, pelan-pelan kutarik tanganku, bukannya aku memindahkan tanganku malahan aku ada pada posisi sedang meraba bokongnya itu.“Cari cerita lain mas” pintanya sambil menyerahkan mouse kepadaku, saat aku memegang mouse, yuni malah memindahkan tangan kanannya ke atas pahaku tepat pada selangkangan, sehingga adikku yang sudah keras ditekan lagi dengan Yuni.
“Ndak kelihatan Yun, gimana mas mau cari lagi nih” eh dia ngerti, kepalanya agak diturunkan dan mundur kebelakan sehingga sekarang bibirku sudah menempel ke lehernya, “oh dari sini ternyata bau harum itu, wangi yang aku sukai, farfum estee lauder yang baunya sexi itu,“nih ceritanya juga bagus” kataku “Iya mas, yun baca kok” jawabnya
Karena lehernya sudah tersentuh bibirku, ya udah aku mulai mencium lehernya, nafasku mulai ndak karuan.

Back To Top