Ngentot Sama Pramugari Cantik


Salam Cerita Seks ini merupakan kisah nyata yang di alami oleh salah seorang sahabat aku. cerita ngentot memek pramugari atau cerita dewasa pemerkosaan ,Kisah nyata ngentotin pramugari saat terbang ke medan – Jam menunjukkan 16.20 PM tagl 8 september 2017 ketika aku tiba di bandara Soekarno-Hatta, aku akan melakukan perjalanan ke Medan dengan rekan kerjaku Puspo, ketika aku hubungi ke hp nya Puspo masih di tol bandara, flight kami pukul 17.45, masih cukup waktu utk cek in. Aku ada cerita ngesex menarik untuk pecinta Cerita Seks indo, begini kisahnya. 

Jam 17.45 kami berjalan menuju pesawat utk boarding, seperti biasa ketika memasuki pintu pesawat semua penumpang disambut oleh pramugari yang ramah menyapa semua penumpang Ssssttt bagus tuh pramugarinya kata Puspo padaku Yoi man kataku sekilas kulirik name tag-nya ehmmm Siska, namanya tinggi kira2 167 postur tubuhnya nyaris sempurna kulit bersih seperti bintang iklan PONDS, sambil menatapku dia bertanya seat brp mas? seat 3 C&D kataku Ohh bisnis class mas – silahkan katanya lagi.Salam Poker Situs Poker Online Deposit 10 Ribu

Ketika pesawat sdh mengudara aku menuju toilet di belakang cockpit. aku menoleh kekanan disitu ada Siska dan temannya yg aku blm tau namanya Siska sedang berjongkok mengambil sesuatu dari laci dan terlihat pahanya yang mulus putih kulitnya lembut pastinya tanpa cela licin dia menoleh kearahku dan tersenyum aku tatap matanya dan akupun tersenyum sambil berlalu menuju toilet tatapanku hanya pada matanya saja tadi wkt pahanya terlihat dia blm tau ada aku disitu jadi dg “gentleman” tatapanku hanya pada mata saja hahaha.
Sekeluar dari toilet Siska msh disitu ini peluang pikirku segera aku hampiri dia Siska sdh lama di perusahaan ini kataku basa-basi Baru mau dua tahun mas eeeh kok tau namaku katanya Loh name tag kamu itu kataku. Ehh iya katanya dg senyum manis dan sedikit manja Di Medan nginap dimana? kataku di Grand Angkasa mas dimana katanya Eeehh sama dong aku duduk lagi yah kataku 

Jam 20.10 pesawat mendarat di bandara Polonia ketika akan keluar dari pesawat aku sapa Siska Sampe ketemu yah Iyaa mas, terima kasih katanya. 
Setiba di hotel kami cek in dan menempati kamar yang berbeda dan dilantai yang berlainan pula. Sesudah membersihkan diri kami keluar dari hotel dengan menggunakan rental car melihat-lihat kota dan cari makanan ini adalah pertama kalinya aku ke Medan.
Jam sdh menunjukkan 23.40 kami kembali ke hotel, setibanya di lobi Puspo mengajakku ke basement Disitu ada cafenya kata receptionist hotel katanya Boleh kataku. tetapi ketika kulihat kearah kiri ternyata ada Siska sedang duduk di coffee shop lobby Pus loe duluan deh kataku sambil menunjuk ke arah Siska Hmmmm ok dehgumam Puspo sambil menunjukan jari tengahnya Who knows kataku sambil tertawa kecil. 

Kuhampiri Siska, dia sedang duduk termenung, didepannya ada secangkir kopi dengan pot nya dan gula rendah kalori sedangkan dibibirnya menyelip sebatang rokok “Marlboro Light” Hei kok sendiri tegurku padanya dia melihat kearahku dengan terkejut Eeehhh mas kaget aku katanya Ohhh sorry deh kataku Gak apa kok katanya Boleh duduk kataku Please katanya menyilahkan, malam ini dia memakai celana jins ketat dan kaos ketat juga sehingga bentuk tubuhnya yang indah terlihat dengan jelas, rambut agak coklat-merah tembaga sebahu. Poker Online Uang Asli
Tadi blm dijawab kataku OOhhh iya sendiri katanya Yang lain mana kataku Aku sebel katanya tanpa menjawab pertanyaanku aku agak ribut dg Lia room mate ku katanya Boleh tau kenapa kataku Biasa lah jealous gak jelas gitu mas katanya Makanya kalo jadi orang jangan cantik-cantik amat kataku Iiihhh si mas katanya. +

Siska dari pada kamu BT disini kita ke cafe bawah yuk ajakku Saya sdh bbrp kali kesitu tapi ayo deh maskatanya segera aku panggil waiter coffee shop Bill nya yah kataku bill itu semua kumasukkan ke bill room aku.
Kami beranjak dan berjalan kearah kiri ruang receptionis lalu berbelok kekiri sambil menuruni tangga menuju cafe yang aku lupa namanya, entah sekarang msh ada atau tidak.
Suasana cafe agak gelap tapi tdk segelap diskotik Puspo rupanya sdh mendapatkan pasangannya aku lihat dia sedang asik dengan seorang gadis yg ber-rok mini dan pakai tank top merah wah pikirku lumayan tuh si Puspo.Kami memilih duduk di sofa kira-kira 5 m dari pintu masuk, sofa ini memang utk dua orang aku memesan chivas regal kepada waiter sedangkan Siska memesan red wines Siska kamu kok kayaknya lelah kataku sambil mengusap rambut Gak sih katanya sambil menyibakkan tanganku tetapi sejurus kemudian ternyata dia malah memegang tanganku dan bersandar di bahu kananku ketika aku menoleh kearah kanan secara tak sengaja kening kirinya tersentuh bibirku satu detik dia menoleh kearah kiri sehingga jarak bibir kami hanya 2 mili hembusan nafasnya yg beraroma wine tercium olehku dan membangkitkan nafsu birahiku aku paham kemauan-nya kulekatkan bibirku dibibirnya perlahan seolah meminta izin seperti yg sdh kuduga dia menyambut dengan bibirku dengan lembut. kami berciuman dengan lembut dan romantis.. ini saatnya. aku masukkan lidahku ke rongga mulutnya dan disambutnya dengan sapuan lidah yang makin menaikkan gairah lelakiku. sontak saja penisku mengeras dan hampir berontak didalam celana jins ku. Emmmm kamu tidur dimana kataku sambil melepaskan ciuman sesaat Aku males dikamarku katanya.. Aaaaahhh aku paham sekali arah kata-katanya itu. Ya udah aku juga udah ngantuk kataku.
Setiba dikamarku kami tidak membuang waktu lagi segera kupeluk dia ari belakang dan kuciumi tengkuk dan lehernya sambil kuraba payudaranya Ahhhhh.. ehmmmmm. dia mendesah. Penisku yg sdh mengeras dan masih terbungkus celana menempel rapat dipantatnya Siska menggoyang-goyangkan pantatnya menggoda penisku Aku tarik kaos ketatnya sehingga tinggal BH saja sekarang kuciumi lagi bahu, tengkuk lehernya dan sejurus kemudian BHnya sdh aku lepaskan. .dia menghadap kearahku sambil juga menarik kaos polo shirtku sehingga kami bertelanjang dada bersama kutatap gundukkan daging indah didadanya yang masih sangat kencang dg puting berwarna pink dia memekik kecil Uhhh mas berbulu dadamu katanya. Kurebahkan dia di ranjang dengan masih mengenakan celana panjang jins nya kugigit. .hisap jilat putingnya. Siska mendesah Uuukkkkkhhhhh maaasss nikmaaaattt katanya sambil tangannya mengelus dan mencubit kecil punggungku detik itu aku sempat berpikir bahwa tak pernah kusangka bhw tadi siang dia melayaniku di pesawat sekarang kami bercumbu aaahhh nasiiib.

Sesudah puas menjilati dan menghisap puting susunya. aku arahkan tanganku ke bagian depan celananya dan membuka celana itu. di angkatnya pantatnya utk memudahkanku melepaskannya. sambil tanganya menggapai ikat pinggangku. sekarang hanya tinggal cd nya saja dibaliknya kulihat rambut vagina yang rapi tak tahan segara aku tarik cd nya kubenamkan wajahku diselangkangannya. kujilati bibir vaginanya dia mendesah Eeeehhhhmmmm Aaaakkkkkhhhh lalu kuarahkan lidahku ke klitorisnya kujilati. dan kemudian kuhisap lembut klitorisnya sehingga tubuh Siska mengangkat kenikmatan Mas mas sini maaasss katanya aku tau maksudnya bahwa dia pun ingin memuaskan aku dengan mencumbu penisku kuubah posisi sehingga kami menjadi posisi 69 Ooooh honey i loved it katanya sambil menjilati dan kemudian menghisap penisku Aaahhh punya kamu wangi sayaaanng kataku padanya.
Entah berapa lama kami saling menjilat dan menghisap. hingga akhirnya. Ooohhh maaassss pls fuck meeee kata Siska Yes baby kataku sambil perlahan merubah posisi aku diatas danSiska dibawah missionaries aku masih belum puas. kuciumi ketiak nya ahhh wangiiii. Oooooohhhhh mas mas please entot aku masss katanya Aku mau penis masss nancap di memekku katanya mulai vulgar dan memegang penisku yg diarahkannya ke mulut vagina nya. .pun aku sdh tak tahan ingin segera merasakan kenikmatan liang senggama Siska kuturuti maunya Siska kepala penisku kutempelkan di mulut vaginanya tapi tubuhku masih kutahan Siska mengangkat tubuhnya keatas tidak sabar ingin segera aku menancapkan penisku ke vaginanya. sambil berkata Sayyaaang jangan siksaaa aku donk dengan tatapan memohon spy aku segera menancapkan penisku di vaginanya. timbul juga rasa ibaku padanya dan juga gejolak nafsuku yang sdh ingin merasakan memeknya yg sdh basah itu. dua detik kutekan penisku kearah vaginanya kepala penisku masuk agak susah aaaahhh rupanya masih rapat..pikirku Domino Qiuqiu Online
Siska merengkuh pantatku dan menekannya kearah tubuh nya agak kutahan penisku masuk 1/4 nya. sayaaaaang tekaaaannnn ak..aku mau katanya, rasa perikemanusiaanku timbul lagi kulemaskan tubuhku sambil menekan kebawah dan bllessssss penisku habis ditelan oleh vagina Siska. turun naik turun naik. aku kocok lembut dan kadang sedikit kasar dan juga kasar Siska terbeliak. merasakan kenikmatan yg katanya belum pernah dia alami. sekitar setengah jam kami bergumul dan berganti posisi dari missionaris, doggy, WOT memek Siska sungguh nikmat yg menurutnya dia ikut senam aerobic dan BL di wkt senggangnya bila tdk terbang ah pantas saja memek ini nikmat pikirku Aaaakkkhhhhh sayaaaang aku mau keluar erangku.. OOhhhh aku jg yaannngg katanya hanya 3 menit setelah itu hampir bersamaan kami memuncratkan cairan kenikmatan aaaaahhhh sayaaaanng kamu hebat hampir bersamaan kami mengatakannya, kami tertidur bersama selama 2 jam.
Jam 5 pagi Siska beranjak kekamarnya mau tugas terbang lagi katanya aku ke jakarta trs balikpapan sayaaaang katanya, tak lupa dia berikan no hp nya 08116302xx, mas aku nanti 2 mg lg cuti kemana yg enak? katanya terserah kamu kataku, aku jg ambil cuti deh kataku sambil kucium bibirnya i want you katanya.

Daftarkan diri anda di SalamPoker Situs Poker Online Terbaik dan Terpercaya Minimal Deposit Hanya 10rb dan Nikmati Bonus yang tersedia di SalamPoker


Pelayanan Plus Dari Pelayan Hotel

Pelayanan Plus Dari Pelayan Hotel
Dialah yang memberikan aku kepuasan dengan pelayanan plus plus

Salam Cerita Seks - Perkenalkan namaku Tamim,masih lajang dan bekerja sebagain karyawan perusahaan pertambangan. Sebagai seorang karyawan yang bertugas mengurus perijinanan adalah hal yang mengaѕiknуа bila ditugаѕkan keluаr kоtа oleh kаntоr.Selain bekerja, sekaligus bisa untuk bеrеfrеѕing, mumрung dibауаri dеngаn uаng kаntоr hеhе…аku рunуа расаr nаmаnуа Suny diа mаѕih bаngku kuliаh kеbеtulаn mеmаng kuliаhnуа lаgi libur, diа mаkѕа ingin ikut bеrѕаmа ku di luаr kоtа.
Sеkаli kаli dараt bоnuѕ dоublе dаri kаntоr dаn dаri расаr, уа kаrеnа kitа kаlаu kеtеmu раѕti ѕеlаlu ngеntоt еntаh dimаnа tеmраtnуа, mаlаm itu wаktu ѕudаh mеnunjukаn jаm Sеmbilаn mаlаm аku ѕudаh ѕаmраi di tеmраt tujuаn, kаrеnа tugаѕ kаntоr mulаi jаm tujuh раgi, аku lаngѕung mеnuju mеnсаri hоtеl untuk bеriѕtirаhаt.
Aku mеnсаri hоtеl уаng dеkаt dеngаn реkеrjааnku kаrеnа раgi раgi аku lаngѕung bеrtеmu dеngаn kliеnku, аku lаngѕung mаѕuk kе hоtеl bеrbintаng limа, аku dаn Suny mеnuju rесерtiоniѕ, ѕudаh аku реrѕiарkаn uаng tunаi dаn ktр untuk kitа сhеk in. tарi ѕеtеlаh di сеk KTP kitа bеrduа оlеh rесерtiоniѕ hоtеl, diа bеrkаtа dеngаn nаdа ѕораn dаn mеrdu ѕuаrаnуа kаrеnа diа mеmаng сеwеk.
“mоhоn mааf bu, biѕа lihаt ktр ibu jugа” рintа rеерtiоniѕ рriа kераdа Suny
Suny tidаk kеbеrаtаn, mеѕkiрun реngаlаmаn ku сhеk in di hоtеl hаnуа ktр ѕеоrаng ѕаjа уаng di di саtаt.
“bараk dаn ibu bukаn ѕuаmi iѕtri уа?”
“bеlum”jаwаbku ѕingkаt
“аduh kаlаu gitu mоhоn mааf раk, kаmi tidаk biѕа mеnеrimа tаmu раѕаngаn уаng bukаn ѕuаmi iѕtri”
Pеrtаnуааn kеnара, gimаnа dаn ѕеbаgаinуа mеlunсur dаri mulutku kераdа rеѕерtiоniѕ itu. kаmi mеndараt реnjеlаѕаn dаrinуа, dаn bаhkаn mеrеkа bеrduа mеrеkоmеndаѕikаn hоtеl уаng mеngizinkаn tаmu уаng bukаn раѕаngаn. Dеngаn kесеwа аku рun bаtаl untuk сhесk in di hоtеl itu. gарараlаh mаѕih bаnуаk hоtеl di ѕini.
Dаlаm реrjаlаnаn mеnсаri hоtеl уаng lаin, аku dаn Suny mеnеrtаwаkаn kаmi ѕеndiri. “niаt kаmu udаh kеtаhuаn tuh”
nаmаnуа jugа di dаlаm hоtеl dеngаn сеwеk, ngараin kаlаu nggаk ngеntоt сеlеtuku. Lаgiаn, gауа расаrаn аku dаn Suny ѕudаh kауаk ѕuаmi iѕtri, ѕеtiар аdа kеѕеmраtаn раѕti ngеntоt. Tеrmаѕuk di hоtеl уаng аkhirnуа ku tеmраti.
Singkаt сеritа, аku tеlаh mеlеwаti реrjаlаn dinаѕ itu. 3 bulan kеmudiаn, аku di tugаѕkаn kеmbаli untuk dаtаng kе kоtа ini. ѕiаlnуа, Suny, уаng kаli ini tidаk ikut ѕеrtа mеwаjibkаn аku untuk mеnginар di hоtеl уаng mеlаrаng kаmi dulu. Alаѕаnnуа, biаr аku gаk mасаm-mасаm. Sеbаgаi bukti, аku wаjib mеnуеrаhkаn bukti реmbауаrаn,ampuunnn dah sampai ѕеgitunуа.
Jаm ѕеmbilаn mаlаm lеwаt аku mеnguruѕ сhесk in. Tаk аdа kеѕulitаn. Sеlаin аku dаtаng ѕеndiri, tingkаt huniаn hоtеl jugа lаgi kоѕоng. Akuрun di аntаr оlеh ѕеоrаng сеwеk уаng уаng tаdi duduk bеrѕаmа di mеjа rеѕерtiinоѕt, jеlаѕ kulihаt рin di dаdаnуа bеrnаmа Gladis.
“mаѕ Tamim itu уаng beberapa waktu lаlu dаtаng kеmаri dаn gаk jаdi сhесk in kаn?” kаtа rооm ѕеrviсе Gladis itu ѕаmbil bеrjаlаn.
Aku ѕеdikit kаgеt, tеrnуаtа сеwеk ini mаѕih mеngеnаli kеtikа аku dаtаng dаn bеrniаt nginар di hоtеl ini. “kоk kаmu ingеt ѕih mbа”
“iуа dоng mаѕ, ѕеbаgаi kаrуаwаn hоtеl ѕеbiѕа mungkin mеngingаt ѕеmuа tаmu уаng dаtаng” jаwаbnуа ѕоk уаkin. Tеrѕеrаh lаh ара kаtаnуа.
Pintu kаmаr di bukа, Gladis mеmреrѕilаhkаn аku mаѕuk, iа jugа mеnjеlаѕkаn ѕеgаlа ѕеѕuаtu уаng biѕа di gunаkаn di hоtеl itu ѕеbаgаi fаѕilitаѕ. Kаrеnа tеrlihаt оrаngnуа mеnуеnаngkаn, аku mеmbеrаnikаn diri bеrkаtа раdаnуа “mbа, biѕа nggаk аku bаwа сеwеk kе hоtеl ini.
аdа dеh mbа buаt tutuр mulut”
“еmаng сеwеknуа mаnа?”
“уа nуаri dulu di luаr, аtаu mbа рunуа сhаnеl kаѕih tаhu ѕауа, tарi уаng саntik”
Gаdiѕ Rооm ѕеrviсе ruраnуа mеngеrti mаkѕudku, . “саntik nуа ѕеgimаnа? Aku gаk tаhu”
“роkоnуа уаng kulit рutih, рауudаrаnуа bеѕаr, kауаk mbа gini lаh, еnаk di lihаt”
Kаtаku ѕаmbil mеmbеritаhukаn tаrif уаng biѕа ku ѕеdiаkаn.
“ооо…..ntаr diрikirin dulu dеh” jаwаbnуа, lаlu kеluаr dаri kаmаrku.
Sеtеlаh аku mаndi, аku ѕаntаi di kаѕur ѕаmbil nоntоn tv. Tарi аku tеtар mеnunggu jаwаbаn dаri Gladis rооm ѕеriviсе.
Kаrеnа tаk ѕаbаr gаk dараt kаbаr, аku tеlероn kе rесерtiоniѕ.
Daftar & Mainkan Sekarang Juga !
Poker Online Uang Asli
Domino Qiu Qiu
Taruhan Poker
“biѕа biсаrа dеngаn Gladis?”
Tеrnуаtа Gladis уаng mеnjаwаb tеlероn .”ѕеbеntаr lаgi mаѕ, tunggu аjа”
Gladis mеmbеri hаrараn untuk mеnсаrikаn perempuan kераdаku. Jаm 11.35 рintu kаmаr аdа уаng mеngеtuk. Bеrаrti kаbаr mеnggеmbirаkаn untuk dараt mеnuntаѕkаn libidо.
Kеtikа рintu kаmаr ku bukа, аku mеlihаt Gladis dеngаn tаѕ di рundаknуа, сеlinguk kе kiri dаn kаnаn tidаk аdа ѕiарарun di ѕаmрingnуа “mаnа mbа?”
Gladis tidаk mеnjаwаb, diа mаѕuk kе kаmаrku, аdа ѕеdikit dоngkоl dаlаm hаti, birаhiku ѕеаkаn tаkаn tеrѕаlurkаn. “kаtаnуа mаu nуаriin”
Gladis kеmudiаn mеnаwаrkаn diri untukku, аku kаgеt. Tарi……
“mаu nggаk?” diа bеrtаnуа
“bоlеh…bоlеh…..” рlаѕ….рlаѕ….kоntоlku lаngѕung ngасеng.
“kаlаu gitu, biаr аku mаndi dulu” Gladis mеlеmраr tаѕnуа bеgitu ѕаjа.
Sеlаgi Gladis mаndi, аku ѕеmраt bеrрikir, mungkinkаh diа bеkеrjа gаndа dаn ѕеring mеlаkukаn ini. аh, аku tаk реduli. Dаѕаr сеwеk gаk ѕiара gаk ѕiара, kаlаu mаndi lаmа, аku уаng udаh реngеn ngеntоt gаk ѕаbаr.
Kеluаr dаri kаmаr mаndi Gladis hаnуа mеngеnаkаn hаnduk ѕаjа. Oh саntik ѕеkаli diа. Pаhаnуа muluѕ, рundаknуа bеrѕih bаngеt. Diарun mеrеbаhkаn bаdаnуа di kаѕur
“ѕеring bооking сеwеk уа mаѕ”
“аh nggаk jugа, bаru bеbеrара kаli”
Aku уаng tаk ѕаbаr реngеn ngеntоt mulаi mеngеrеrаngi раhа muluѕnуа
“mаѕ, nаnti kаlаu nggаk рuаѕ, mоhоn mаklum уа, аku gаk biаѕа ngеlауаni lеlаki” tаk luра iа mеnсеritаkаn bаhwа dirinуа bukаn mеlаkukаn рrоfеѕi gаndа, уаng di lаkukаnnуа ѕеkаrang kаrеnа bаru di рutuѕ ѕаmа расаrnуа уаng tеlаh mеrеnggut реrаwаnnуа itu. аku раhаm, tаk араlаh, уаng реntingkаn аku dараt ngеntоt mеmеk rооm ѕеrviсе саntik. Tарi, аku di mintа mеmаkаi kоndоm. Tаk mаѕаlаh, аku рunуа ѕtоk kоndоm di dоmреt.
Tubuh bugil Gladis аkhirnуа tеrраmраng di hаdараnku. Aku mеngаkui kе mоlеkаn tubuhnуа mеlеbihi tubuh расаrku. Gladis mеmаng tidаk bеgitu аgrеѕif kеtikа аku mеlаkukаn rаngѕаngаn реmаnаѕаn. Erаngаn mulutnуа bаru tеrdеngаr kеtikа mеmеknуа ku jilаti. Gilа, еnаk bаngеt nih wаngi mеmеk rооm ѕеrviсе.
{ Nonton Juga Film Dewasa disini -” FILM DEWASA “ }
“mаѕ….оghh….аghh…..”
Oghh. …аku ѕеmаkin tеrаngѕаng……………ku ѕоbеk bungkuѕ kоndоm. Ku раѕаng di kоntоlku уаng ѕudаh kеrаѕ ѕеkаli.
“оgghhhh……аgh…..”
“ѕеkаrаng Gladis….”
Gladis mеnggаnguk Kоntоlku ku mаѕukаn kmеmеknуа.
“.blеѕ….blеѕ….blеѕѕ…..оghh…оghh…” bеnеr….bеnеr ѕеmрit nih mеmеk, hаnуа kаrеnа ѕudаh ku jilаti hinggа сukuр mudаh mаѕuk.
аghhhhh…….аghhhhhhhhhhh.. оghhhh…………оghh….еrаngаn kеnikmаtаn ѕilih bеrgаnti dаri kаmi.
“mаѕ……оghh….аghh…….”
”kеnара ѕауаng?….”
“Tеruѕ…tеruѕ….оgh……оghh……аgh…….аghh……..”
“mеmеk kаmu еnаk ѕеkаli, Dis…..”
“оghh………..mа…ѕѕѕѕѕаа…..mаѕ…оghh…..”Gladis ѕеmаikn раnаѕ mеlауаniku bеrgеlinjаng kеkiri dаn kаnаn..
“оghhh…………аgh…………оgh…….”
“mаѕ…..оghh………..аghhhhhhhhhh……..”
“Gladis…аghh…..оghh………..аku kеluаr…аgghhhh……………” сrоt..сrоt……….аku оrgаѕmе……..bеgitu jugа Gladis, diа mеngеjаng kеrаѕ mеnjаmbаk rаmbutku.
“Oghhhhh…………………..аоgh…………………..”
Aku tеrlkulаi lеmаѕ di аtаѕ tubuhnуа. Sеtеlаh itu ku tаrik kоntоlku, tеrlihаt kоntоl bеrѕаrung kоndоm di lumuri ѕреrmа уаng tеrtаhаn..
“ighhhhh………..”iуа tеrѕеnуum gеli.
“mаu di minum nggаk?”
“gаk gаh jijik……”
“Enаk lаgi…’
“еnggаk аh, аku bеlum реrnаh.”mеѕki tidаk mаu mеmimun ѕреrmаku, diа mеngаbil kоndоm di tаngаnku. Mеnuаngkаn kе tеlараk tаngаn, dаn mеnсium bаunуа, kаmi bеrduа mеmbеrѕihkаn bаdаn kе kаmаr mаndi. Untuk kеmudiаn kаmi kеmbаli rеbаhаn di kаѕur. Aku mеngеluаrkаn uаng bауаrаn ѕереrti уаng tеlаh ku jаnjikаn, tеrmаѕuk tiрѕ untuk tеmаnnуа.
“mаkаѕih уаh Dis……kараn-kараn kаlаu аku kеѕini lаgi, mаѕih mаu kаn”
“ngараin kараn-kараn, ѕеkаrаng jugа mаu nаmbаh bоlеh..”
Gladis kеmudiаn bеrkаtа mаlаm ini mаlаѕ рulаng kе rumаh, bеѕоk iа hаruѕ mаѕuk jаm tujuh раgi, iа рun mеmintа ku mеngizinkаnnуа mеnginар di kаmаr уаng ku tеmраti. Aku ѕеnеng bаngеt, kаrеnа bеrаrti аku dараt ngеntоtnуа lаgi. Bаhkаn diарun tidаk ingin mеmintа bауаrаn lаgi.

KIsah Sex Salah Orang

Cerita ini bermula dari suatu kebetulan yang tidak disengaja. Sampai saat ini aku suka tertawa sendiri kalau mengingat awal kejadian ini. Bermula dari suatu Sabtu siang, aku janjian ketemu dengan salah seorang teman chat-ku. Namanya Hepy, mahasiswi tingkat akhir di salah satu PTS di Jakarta Barat. Teman chat-ku yang satu ini cukup misterius. Aku nggak pernah tau dia tinggal dimana, dengan siapa, bahkan aku tak pernah dikasi nomer telepon rumahnya. Kampusnya pun aku nggak yakin kalau yang disebutnya benar.

Saat janjian dengan Hepy pun hanya lewat SMS. Biasanya aku nggak pernah meladeni teman-teman chat yang janjian ketemu via SMS. Kapok, dulu pernah dibo’ongin. Tapi entah kenapa aku penasaran sekali dengan Hepy. Akhirnya kami janjian untuk ketemu di Mal Kelapa Gading, tepatnya di Wendy’s. Resenya, Hepy juga nggak mau kasi tau pakaian apa yang dia pakai dan ciri-cirinya. Pokoknya surprise, katanya.

Itulah kenapa hari Sabtu siang ini aku bengong-bengong ditemani baked potatoenya Wendy’s sambil menunggu kedatangan Hepy. Sudah hampir satu jam aku menunggu tapi tidak ada kabar. SMS-ku nggak dibales-bales, mau telepon pulsa udah sekarat. Aku hanya duduk sambil memperhatikan sekelilingku yang cukup sepi. Mataku tertuju pada seorang wanita keturunan Chinese berumur kira-kira 30-an yang duduk sendirian di salah satu sudut. Herannya sejak tadi wanita tersebut memperhatikanku terus. Aku sempat berpikir apa dia yang bernama Hepy. Tapi rasanya bukan. Akhirnya karena bete menunggu aku pun meninggalkan Wendy’s.


Tiba-tiba aku merasa ada yang menepuk bahuku dari belakang. Aku menoleh dan melihat wanita yang kuperhatikan tadi tersenyum ke arahku.
“Rio ya?” tanyanya. Aku terkejut. Kok dia tau namaku. Jangan-jangan wanita ini benar Hepy. Aku mengangguk.
“Iya, mm.. Hepy?” tanyaku. Wanita itu menggeleng sambil mengernyitkan kening.
“Bukan, kok Hepy sih? Kamu Rio yang di Kayuputih kan?” aku tambah bingung mendengarnya.
“Bukan, lho tante bukan Hepy?”.

Kemudian wanita itu mengajakku berteduh di salah satu sudut sambil menjelaskan maksud yang sebenarnya. Aku mendengarkan, lantas aku juga gantian menjelaskan. Akhirnya kami sama-sama tertawa terbahak-bahak setelah tau duduk persoalannya. Wanita itu bernama Lilly, dan dia juga sedang janjian dengan teman chat-nya yang juga bernama Rio, seperti namaku. Akhirnya kami malah berkenalan karena orang-orang yang kami tunggu tak kunjung datang juga. Aku memanggilnya Ci Lilly, karena dia menolak dipanggil tante. Kesannya tua katanya.

Siang itu Ci Lilly malah mengajakku jalan-jalan. Aku ikut dengan Altis-nya karena aku tidak membawa mobil. Ci Lilly mengajakku ke butik teman maminya di daerah Permata Hijau. Tante Eva, sang pemilik butik adalah seorang wanita yang sudah berusia di atas 50 tahun, tubuhnya cukup tinggi dan agak montok. Kulitnya yang putih bersih hari itu dibalut blus transparan yang bahunya terbuka lebar dan celana biru tua dari bahan yang sama dengan bajunya. Agak-agak eksentrik. Dasar desainer pikirku. Karena hari itu butik Tante Eva tidak begitu ramai, kami bertiga ngobrol-ngobrol sambil minum teh di salah satu ruang santai.

“Aduh Yo.. maaf..” seru Tante Eva. Wanita itu menumpahkan teh yang akan dituangnya ke cangkirku tepat di celanaku bagian pangkal paha. Aku sedikit mengentak karena tehnya agak panas.
“Nggak pa-pa Tante..” jawabku seraya menepuk-nepuk kemejaku yang juga kena tumpahan teh. Tante Eva reflek menepis-nepis bercak teh yang membasahi cenalaku. Ups.. tanpa sengaja jemari lembutnya menyentuh batang kemaluanku.
“Eh.. kok keras Yoo? Hihihi..” goda Tante Eva sambil memijit-mijit kemaluanku. Aku jadi tersenyum. Ya gimana nggak keras sedari ngobrol tadi mataku tak lepas dari bahu Tante Eva yang mulus dan kedua belah paha Ci Lilly yang putih.
“Iya.. Tante sih numpahin..” jawabku setengah bercanda.
“Idih.. Tante Eva kumat genitnya deh.. biasa Yo, udah lama nggak.. aww!!” Ci Lilly tak sempat menyelesaikan celetukkannya karena Tante Eva mencubit pinggang wanita itu.
“Iya nih Tante, udah numpahin digenitin lagi. Pokoknya bales tumpahin juga lho hihihi..” aku gantian menggoda wanita itu. Tante Eva malah tersenyum sambil merangkul leherku.
“Boleh, tapi jangan ditumpahin pake teh ya..” bisiknya di telingaku. Aku pura-pura bego.
“Abis mau ditumpahin apa Tante?” tanyaku. Tante Eva meremas batang penisku dengan gemas.
“Ya sama ‘teh alami’ dari kamu dong sayang.. mmhh.. mm..” Tante Eva langsung mengecup dan melumat bibirku. Aku yang memang sedari tadi sudah horny menyambut lumatan bibir Tante Eva dengan penuh nafsu. Kedua tanganku memeluk pinggang wanita setengah baya itu dengan posisi menyamping. Sementara tangan Tante Eva yang lembut merangkul leherku. Ah.. lembut sekali bibirnya.

Ci Lilly yang melihat adegan kami tidak tinggal diam. Wanita berkulit putih mulus itu mendakati tubuhku dan mulai memainkan kancing celana jeansku. Tak sampai semenit wanita itu sudah berhasil melucuti celana jeansku sekaligus dengan celana dalamnya. Tanpa ampun lagi batang penisku yang sudah mulai mengeras itu berdiri tegak seolah menantang Ci Lilly untuk menikmatinya. Ci Lilly turun ke bawah sofa untuk memainkan penisku. Jemarinya yang lembut perlahan-lahan mengusap dan memijit setiap centi batang penisku. Ugghh.. birahiku semakin naik. Lumatan bibirku di bibir Tante Eva semakin bernafsu. Lidahku menjelajahi rongga mulut wanita setengah baya itu. Tante Eva merasa keasyikan.

Aku yang semakin terbakar nafsu mencoba menularkan gairahku ke Tante Eva. Dari bibir, lidahku berpindah ke telinganya yang dihiasi anting perak. Tante Eva menggelinjang keasyikan. Dia meminta waktu sebentar untuk melepas anting-antingnya agar aku lebih leluasa. Lidahku semakin liar menjelajahi telinga, leher dan bahu Tante Eva. Tampaknya wanita itu mulai tak kuasa menahan birahinya yang semakin memuncak. Dia melepaskan diri dari tubuhku dan memintaku untuk melorotkan celananya. Tanpa disuruh kedua kalinya aku pun langsung melucuti Tante Eva sekaligus dengan bajunya, hingga tubuh wanita itu bersih tanpa sehelai benang pun.

Gila, udah kepala empat tapi tubuh Tante Eva masih kencang. Kulitnya yang putih betul-betul terasa halus mulus. Sambil bersandar pada pegangan sofa, Tante Eva merentangkan kedua belah pahanya yang mulus dan memintaku melumat kemaluannya yang bersih tanpa bulu. Tanpa basa-basi aku langsung mendekatkan wajahku ke vaginanya dan mulai menjilati daerah pinggir kemaluannya.

“Hhhmm.. sshh.. teruss Yoo..” desah Tante Eva keasyikan. Aku terus menjilati vaginanya sambil tangan kananku membelai pangkal pahanya yang mulus. Di bawah, Ci Lilly masih asyik mempermainkan kemaluanku. Kelima jemarinya yang lentik lincah sekali membelai dan mengocok batang penisku yang ujungnya mulai basah. Sesekali lidahnya membasahi permukaan penisku. Sebagian batang penisku tampak merah terkena lipstik Ci Lilly. Kepala wanita itu naik turun mengikuti ayunan kenikmatan di penisku. Ahh.. lembut sekali mulut Ci Lilly mengulumnya. Saking asyiknya tak sadar aku sampai menghentikan permainanku dengan Tante Eva untuk merasakan kenikmatan yang diberikan Ci Lilly. Tante Eva tersenyum melihat ekspresiku yang mengejang menahan nikmat. Wanita itu merengkuh kepalaku untuk melanjutkan tugasku memberi kenikmatan untuknya.

Aku semakin buas melumat kemaluan Tante Eva. Jemariku mulai ikut membantu. Liang kemaluan Tante Eva sudah kutembus dengan jari tengahku. Sambil kukocok-kocok, aku menjilati klitorisnya. Wanita itu menggelinjang tak karuan menahan rasa nikmat. Kedua tangannya yang lembut menjambak rambutku.

Tanpa kusadari, Ci Lilly sudah melucuti dirinya sendiri sampai telanjang bulat. Tiba-tiba wanita itu naik ke atas tubuhku dan bersiap mengurung penisku dengan vaginanya yang lembut. Kedua tangannya merengkuh leherku. Tubuhnya mulai merendah hingga ujung penisku mulai menyentuh bibir vaginanya. Dengan bantuan tangan kiriku, perlahan penisku mulai masuk ke dalam liang kenikmatan itu, dan.. ssllpp blleess.. Amblas sudah penisku di liang kemaluan Ci Lilly. Sambil memeluk bahuku, tubuh Ci Lilly naik-turun. Ugghh.. nikmat sekali. Aku sampai nggak bisa konsen ngelumat vagina Tante Eva. Tapi aku nggak mau kalah. Yang penting Tante Eva mesti diberesin dulu.

Sambil menahan birahiku yang sudah di ubun-ubun gara-gara Ci Lilly, aku terus melumat vagina Tante Eva. Jari tengahku yang kini sudah dibantu jari manis semakin cepat mengocok-ngocok di dalam vagina Tante Eva. Lidahku semakin liar menjelajahi klitoris dan bibir vaginanya. Tubuh Tante Eva pun semakin menggelinjang tak karuan. Sepertinya wanita itu sudah tak kuasa lagi menahan kenikmatan yang kuberikan. Aku pun mulai merasa dinding vaginanya berdenyut.

“Ssshh.. oohh.. Riioo..aahh..” Tante Eva mendesah meregang nikmat sambil meremas kepalaku yang masih menempel ketat di vaginanya. Aku merasakan rembesan lendir yang cukup deras dari dalam sana. Hmm.. aroma vagina yang begitu khas segera tercium. Aku pun menghirup lendir-lendir kenikmatan itu sambil menjilati sisa-sisa yang menempel di vagina Tante Eva. Setelah puas melepas kenikmatannya, Tante Eva mengangkat kedua pahanya dari tubuhku dan membiarkan aku leluasa menikmati permainan dengan Ci Lilly.

Bebas dari tubuh Tante Eva, kini Ci Lilly yang mendekap tubuhku erat. Payudaranya yang bulat dan montok menempel ketat di dadaku. Ahh.. kenyal sekali. Aku semakin merasakan kekenyalannya karena tubuh Ci Lilly naik-turun. Sementara bibir kami asyik saling melumat.
“Mmhh..ssllpp..aahh..mm..” berisik sekali kami berciuman. Tante Eva sampai geleng-geleng melihat kami berdua yang sama-sama dipacu birahi.

Kemudian kami bertukar posisi. Tubuh kami berguling ke arah berlawanan sehingga kini tubuh Ci Lilly duduk bersandar di sofa dengan posisi kedua kaki mulusnya yang mengangkang. Sambil bertumpu pada lutut di lantai, aku bersiap memasukkan penisku lagi ke dalam liang kemaluan Ci Lilly. Ugghh.. kali ini lebih mudah karena vagina Ci Lilly sudah basah. Pantatku maju mundur seiring kenikmatan yang dirasakan Ci Lilly. Wanita itu bahkan sudah tak kuasa memeluk tubuhku. Kedua tangannya direntangkan untuk menahan rasa nikmat yang dirasakannya. Aku semakin menggoyang pantatku dengan keras. Aku tahu bahwa sebentar lagi Ci Lilly akan mencapai klimaks, namun aku juga tahu bahwa Ci Lilly tak mau kalah denganku. Aku melihat ekspresinya yang berusaha menahan nikmat.

“Terus Yo.. bentar lagi tuh.. hihihi..” goda Tante Eva. Aku tersenyum kemudian mengecup bibir wanita yang sedang duduk di samping Ci Lilly tersebut. Tante Eva malah membantuku dengan menjilat, mengisap dan mengulum payudara dan puting Ci Lilly.
“Aahh.. Yoo.. sshh..” akhirnya Ci Lilly meregang kenikmatannya. Aku merasakan cairan hangat membasahi penisku di dalam vaginanya. Aku mendekap tubuh Ci Lilly yang hangat.
“Hh.. gila kamu Yo, aku pikir bakal kamu duluan..” ujar Ci Lilly. Aku tersenyum sambil melirik ke arah Tante Eva.
“Ya kan berkat bantuan Tante Eva..” jawabku seraya mencubit hidung Tante Eva. Wanita itu memelukku.
“Nah, sekarang giliran aku lagi Yo, kamu kan belum puasin aku dengan pentunganmu itu hihihi.. Ayo, kali ini pasti kamu udah nggak tahan..” Tante Eva menantangku bermain lagi. Tanpa diminta dua kali aku langsung menjawab tantangannya. Aku pun melakukan hal yang sama seperti dengan Ci Lilly tadi. Kali ini aku mengakui permainan Tante Eva yang jauh lebih liar dan berpengalaman. Akhirnya kami klimaks bersama-sama. Aku klimaks di dalam vagina Tante Eva yang hangat.

Ruang santai itu memang betul-betul hebat. Tak seorang karyawan pun yang mengetahui apa yang baru saja kami lakukan. Setelah puas bermain, kami bertiga mandi bersama. Tadinya setelah mandi kami mau melanjutkan lagi di kamar tidur Tante Eva. Tapi karena sudah sore, sebentar lagi suami Tante Eva pulang. Untungnya Ci Lilly punya ide untuk melanjutkan di hotel. Tante Eva pun setuju, namun aku dan Ci Lilly berangkat duluan.

Malam itu kami check-in di salah satu hotel di daerah Thamrin. Aku dan Ci Lilly lebih dulu melanjutkan permainan. Satu jam kemudian Tante Eva baru datang melengkapi kenikmatan kami. Dan yang bikin aku surprise, malam itu Tante Eva mengajak teman seprofesinya yang umurnya kira-kira lebih muda 3 atau 5 tahun, namanya Tante Ida. Malam itu aku betul-betul puas bersenang-senang dengan mereka bertiga. Kami melepas birahi sampai jam 3 pagi. Kemudian kami tidur sampai jam 9 pagi, lantas kembali menuntaskan permainan. Aku betul-betul tidak menyangka kalau gara-gara salah orang bisa sampai seperti ini.

Sampai kini aku nggak pernah ketemu dengan Fanny, teman chat-ku. Kami pun nggak pernah SMS-an lagi. Entah kemana perginya Fanny. Tapi yang jelas semenjak kejadian itu, aku terus keep contact dengan Ci Lilly, Tante Eva dan Tante Ida. Sekarang Ci Lilly sudah menikah dan tinggal di Australia dengan suaminya. Tapi kami masih sering kontak. Sedangkan dengan Tante Eva dan Tante Ida, aku masih terus berhubungan untuk sesekali berbagi kenikmatan. Tadinya mereka ingin memeliharaku sebagai gigolo, namun aku menolak karena aku melakukannya bukan untuk uang dan materi, tapi untuk kesenangan saja. Kadang kalau Ci Lilly sedang di Indonesia, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi butik Tante Eva bersama-sama untuk melepas birahi. Tempat Tante Eva sering dijadikan tempat affair kami agar suaminya tidak curiga.

Oke, segitu dulu pengalamanku. Salam manis buat Ci Lilly yang lagi hamil 3 bulan. Mudah-mudahan kesampean dapat anak laki-laki. Buat Tante Eva dan Tante Ida, thank’s buat kehangatan yang diberikan. Juga buat Fanny, my mysterious friend yang udah membuka jalan hehehe.. Lain kali kalau ada pengalaman yang berkesan, aku akan ceritakan lagi di situs ini.

Ngentot Sama Windy Ala Dogy Style

Empuknya Toket Windy yang membuatku tak tahan lagi

Salam Cerita Seks - Aku baru kerja 4 bulan di perusahaan asing di Jakarta bos saya namanya M Richard yang berasala dari 
USA umurnya 45 tahun dengan waktu yang cepat kami semua karyawan sudah kenal dekat dengan Mr. Rich biasanya dipanggil seperti itu.

Hobi kita sama yaitu bermain golf perusahaan kami bergerak di bidang advertising katanya teman
sekantor istri dari sibos cantik tubuhnya seksi kayak bintang Hollywood, karena aku belum pernah
melihat istri si Bos, hanya meilhat fotonya yang terpampang di ruangannya.

Meja kantor saya memang aku desain dengan nyaman dan aku selipakn foto aku dan istriku Nindy yang
berasal dari Bandung dan berumur 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Richard melihat foto itu,
secara spontan dia memuji kecantikan Nindy dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Richard sering POKER ONLINE UANG ASLI
melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.

Suatu hari Richard mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek,
sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.

“Dik, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Nindy juga, sekalian makan malam”.

“Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.

“Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.

“Okelah!”, kataku.

Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Nindy. Pada mulanya Nindy agak segan juga untuk
pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan
tetapi setelah kuyakinkan bahwa Richard dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Nindy
mau juga pergi.

“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”.

“Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.

“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas.
Kalau melihat Nindy, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang,
dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.

Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Richard yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku
mengenakan kemeja batik, sementara Nindy memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan
tergerai tanpa hiasan apapun. AGEN IDN POKER

Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu
terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi
sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.

“Oh Diko dan Nindy yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Lillian istrinya Richard”.

Ternyata Lillian badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis
dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Richard. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.
“Hallo Mam.., kenalin, ini Nindy istriku”.

Setelah Nindy berkenalan dengan Lillian, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam,
sementara Richard mengajakku ke teras balkon apartemennya.

“Gini lho Dik.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani
nggak kamu ngerjakan iklan itu”.

“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih,
ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.

Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar.
Senyum Richard segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.

“Eh Dik.., gimana Lillian menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.

“Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.

“Seksi nggak?”.

“Lha.., ya.., jelas dong”.

“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Lillian untuk kamu
gimana?”.

Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan
tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu.

Sambil masih tersenyum-senyum, Richard melanjutkan, “Nggak ada paksaan kok, aku jamin Nindy dan
Lillian pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada
saya.., aman kok!”.

Membayangkan tampang dan badan Lillian aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa
menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue
film.

Tapi dilain pihak kalau membayangkan Nindy dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar,
rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Richard telah melanjutkan dengan
pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Nindy sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.

Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, “Dia tidak suka style yang aneh-aneh,
maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau vaginanya dijilatin, maka dia akan sangat
terangsang!”.

“Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian vagina, ada bau khas wanita terpancar
dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Richard.

“Kalau Lillian sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.
Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan
senjataku diisap mulut mungil Lillian itu.

Kemudian lanjut Richard meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong
my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja”.

“Nanti minuman Nindy aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”,
saya agak terkejut juga, apakah Richard akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Rina? Wah kalau
begitu tidak rela aku.

Aku setuju asal Rina mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Richard cepat-
cepat menambahkan,

“Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya,
“Oke, nanti kamu duduk di sebelah Lillian ya, Nindy di sampingku”.Cerita Sex Dewasa

Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Richard. Setelah makan malam selesai
kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat
halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan
keringatnya lebih banyak keluar.

Melihat tanda-tanda itu, Richard mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Nindy, “Nin.., mari
duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”, dan tampa menunggu jawaban Nindy, Richard segera
berdiri, menarik kursi Nindy dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah.
Aku ingin mengikuti mereka tapi Lillian segera memegang tanganku. TIPS DAPAT UANG CEPAT

“Dik, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”. Memang dari ruang
makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Richard mulai bergerilya di pundak dan punggung
Nindy, memijit-mijit dan mengusap-usap halus.

Sementara Nindy kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya
terdengar desahan setiap kali tangan Richard yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit
pundaknya.

Lillian kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut,
dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi
panjang tersebut.

Terlihat tindakan Richard semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan
kancing kemeja batik Nindy hingga kancing terakhir. BH Nindy segera menyembul, menyembunyikan dua
bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya.

Kelihatan mata Nindy terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga,

“Apakah Nindy telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Richard?, atau apakah Nindy pingsan
atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Richard?”.

Nindy tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu
berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Nindy seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan
Richard dikulitnya dan ciuman nafsu Richardpun disambutnya dengan gairah.

Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung,
aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Richard yang sedang duduk di
sampingku. TIPS CEPAT KAYA

Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok
Lillian, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya
sedang mengerjai wanita mungil.

Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari
tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Lillian yang mungil itu, “aahh..,
aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

Sementara itu di ruang sebelah, Richard telah meningkatkan aksinya terhadap Nindy, terlihat Nindy
telah dibuat polos oleh Richard dan terbaring lunglai di sofa.

Badan Nindy yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya
yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang
membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka
dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Richard.

Kemudian Richard menarik Nindy berdiri, dengan Richard tetap di belakangnya, kedua tangan Richard
menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Nindy, yang dengan
matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian
yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka.

Menunjukan Nindy menikmati benar permainan dari Richard terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari
Richard berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Richard meremas-remas puting
susunya, terlihat seluruh badan Nindy yang bersandar lemas pada badan Richard, bergetar dengan hebat.

Saat itu juga tangan Lillian telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus
berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan
melepaskan bajuku sendiri.

Setelah Lillian selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus
seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah
mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang.

Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Richard, tentu aku kalah jauh dan kalau aku
langsung main tusuk saja, tentu Lillian tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai
teknik yang lain dari lain.

Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara
kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.

Kududukkan Lillian kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah
vaginanya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang vaginanya.

Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Lillian berteriak-teriak keenakan
dengan suara keras,

” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya dan tubuhnya
menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat
bersamaan suara Nindy terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah,

“Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat
Richard pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Nindy sekarang telah telentang di atas
sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Richard sedang berjongkok diantara kedua paha Nindy
yang sudah terpentang dengan lebar.

Kepalanya terbenam diantara kedua paha Nindy yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Richard
sedang mengaduk-aduk kemaluan Nindy yang mungil itu. Terlihat badan Nindy menggeliat-geliat dan kedua
tangannya mencengkeram rambut Richard dengan kuat. ‘’

Aku sendiri makin sibuk menjilati vagina Lillian yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan
dan dari mulutnya terdengar erangan,

“Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot
penisku.

“Aahh.., Dik.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Lillian menekan
ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan
hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding vaginanya pun semakin deras, saat ia
mencapai organsme.

Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap
lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.

Ketika aku menengok ke arah Richard dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Nindy kini
telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi
sofa, punggung Nindy bersandar pada sandaran sofa.

Sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak
Richard. Richard mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Nindy yang telah terpentang
lebar.

Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Richard yang terletak diantara kedua pahanya yang
berbulu pirang itu, penisnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang
kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala penisnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.

Terlihat Richard memegang penis raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan
Nindy yang sudah sedikit terbuka, terlihat Nindy dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata
Richard yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya.

Kedua tangan Nindy kelihatan mencoba menahan badan Richard dan badan Nindy terlihat agak melengkung,
pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Richard pada bibir vaginanya.

Akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Nindy dan tangan kirinya tetap menuntun
penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan Nindy, sambil mencium telinga kiri Nindy, terdengar
Richard berkata perlahan,

“Niinn.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Nini hanya menggeleng-
geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke
arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Richard itu dan mulutnya terkatup rapat
seakan-akan menahan kengiluan.

Richard, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina Nindy yang
telah basah itu, biarpun kedua tangan Nindy tetap mencoba menahan tekanan badan Richard.

Mungkin, entah karena tusukan penis Richard yang terlalu cepat atau karena ukuran penisnya yang over
size, langsung saja Nindy berteriak kecil,

“Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis,
mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Nindy yang mengangkang itu terlihat menggelinjang.

Kepala penis Richard yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam kemaluan Nindy, kedua bibir
kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Richard, sehingga belahan kemaluan Nindy terlihat
terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Richard itu.Cerita Sex Dewasa

Kedua bibir kemaluan Nindy tertekan masuk begitu juga clitoris Nindy turut tertarik ke dalam akibat
besarnya kemaluan Richard.

Richard menghentikan tekanan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Nin.., saya sudah
menyakitimu.., maaf yaa.., Niin!”.

“aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih..,
sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.

Nindy mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di
pungung Richard.

“Niinn.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Nindy masih merasa sakit”,
sahut Richard dan tanpa menunggu jawaban Nindy, segera saja Richard melanjutkan penyelaman penisnya ke
dalam lubang vagina Nindy yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.

Ketika kepala penisnya telah terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Nindy, terlihat muka Nindy
meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi hanya kedua bibirnya terkatup
erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.

Terdengar Richard bertanya lagi, “Niinn.., sakit.., yaa?”, Nindy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,
sambil kedua tangannya meremas bahu Richard dan Richard segera kembali menekan penisnya lebih dalam,
masuk ke dalam lubang kemaluan Nindy.

Secara pelahan-lahan tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya.
Ketika penis Richard telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina Nindy, terlihat Nindy telah
pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Richard.

Akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Richard menekan lebih
dalam lagi, kembali terlihat wajah Nindy meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat
menggeletar,

Tetapi karena Nindy tidak mengeluh maka Richard meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja,
“Blees”, Richard menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan
memepetin pinggul Nindy rapat-rapat pada sofa.

Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Nindy, “Aduuh”, sambil kedua tangannya
mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke
atas menahan tekanan penis Richard di dalam kemaluannya.

Richard mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina Nindy sejenak, agar tidak menambah sakit
Nindy sambil bertanya lagi,

“Niinn.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Nindy dengan mata
terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang,

“aagghh.., kit!”, lalu Richard mencium wajah Nindy dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat
Richard bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil Nindy dalam
pelukannya.

Tak selang lama kemudian terlihat badan Nindy bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan
panjang,

“Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Nindy bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada
pantat Richard, Nindy mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Nindy
terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Richard yang masih tetap berayun-ayun
itu.

aah, suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh
penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.

“Dik.., ayo aku mau kamu”, suara Lillian penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Lillian sama
dengan posisi tadi, hanya saja kini senjataku yang akan masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan
Lillian masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan dari dinding vagina Lillian pada saat rudalku
hendak menerobos masuk.

“Lill.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos
liang vaginanya. “Aagghh”, mata Lillian terpejam, sementara bibirnya digigit.

Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan
gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan Lillian setiap aku menyodokkan
penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa
liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya.

“Ahh.., ahh”, Lillian makin keras teriakannya.

“Ayo Dik.., terus”.

“Enakk.., eemm.., mm!”.

Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Lill.., boleh di dalam..,
yaah”, aku perlu bertanya pada dia, mengingat aku bisa saja sewaktu-waktu keluar.

“mm..”.

Kaki Lillian kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku semakin mempercepat gerakan
sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Lillian juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.

“Nih.., Lill.., terima yaa”.

Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Lillian
dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan
maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina Lillian.

Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Lillian, sementara cairan hangat
maniku masih terus memenuhi rongga vagina Lillian, tiba-tiba badan Lillian bergetar dengan hebat dan
kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya,
“..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Lillian juga mengalami orgasme dengan dahsyat.

Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan
erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa
yang baru kami alami.

Aku kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Lillian. Dengan
isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati
penisku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya aku merebahkan diri di samping
Lillian.

Kini kami menyaksikan bagaimana Richard sedang mempermainkan Nindy, yang terlihat tubuh mungilnya
telah lemas tak berdaya dikerjain Richard, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Richard
terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan.

Mulai saat ini Richard mengerjai Nindy dengan sangat brutal dan kasar. Nindy benar-benar dipergunakan
sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Richard menyakiti Nindy, tetapi dilihat dari
ekspressi muka dan gerakan Nindy ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Nindy atas
apa yang dilakukan oleh Richard terhadapnya.

Richard mencabut penisnya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Nindy berjongkok diantara kedua
kakinya, kepala Nindy ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Nindy sambil
memegang belakang kepala Nindy.

Dia membantu kepala Nindy bergerak ke depan ke belakang, sehingga penisnya terkocok di dalam mulut
Nindy. Kelihatan Nindy telah lemas dan pasrah, sehingga hanya bisa menuruti apa yang diingini oleh
Richard, hal ini dilakukan Richard kurang lebih 5 menit lamanya.

Richard kemudian berdiri dan mengangkat Nindy, sambil berdiri Richard memeluk badan Nindy erat-erat.
Kelihatan tubuh Nindy terkulai lemas dalam pelukan Richard yang ketat itu. Tubuh Nindy digendong
sambil kedua kaki Nindy melingkar pada perut Richard dan langsung Richard memasukkan penisnya ke dalam
kemaluan Nindy.

Ini dilakukannya sambil berdiri. Badan Nindy terlihat tersentak ke atas ketika penis raksasa Richard
menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Nindy terlihat
seperti anak kecil dalam gendongan Richard.

Kaki Nindy terlihat merangkul pinggang Richard, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Richard.
Richard berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Nindy. Pantat Nindy terlihat merekah dan
tiba-tiba Richard memasukkan jarinya ke lubang pantat Nindy.

“Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Richard, badan Nindy terlihat menggeliat-geliat
dalam gendongan Richard. Suatu pemandangan yang sangat seksi.

Ketika Richard merasa capai, Nindy diturunkan dan Richard duduk pada sofa. Nindy diangkat dan
didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Nindy terkangkang di samping paha Richard dan Richard
memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy dari bawah.

Dari ruang sebelah saya bisa melihat penis raksasa Richard memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan
Nindy yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Richard menyentuh paha Nindy.

Kedua tangan Richard memegang pinggang Nindy dan membantu Nindy memompa penis Richard secara teratur,
setiap kali penis Richard masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di
pinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis
Richard. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.

Kemudian Richard mendorong Nindy tertelungkup pada sofa dengan pantat Nindy agak menungging ke atas
dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Richard akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi
yang paling disukai oleh Nindy.Cerita Sex Dewasa

Dari belakang pantat Nindy, Richard menempatkan penisnya diantara belahan pantat Nindy dan mendorong
penisnya masuk ke dalam lubang vagina Nindy dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua
penisnya amblas ke dalam vagina Nindy.

Jari jempol tangan kiri Richard dimasukkan ke dalam lubang pantat. Nindy setengah berteriak,
“aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Richard yang dahsyat itu. Badan Nindy dicoba ditarik
ke depan, tapi Richard tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Nindy dan
mengikuti arah badan Nindy bergerak.

Nindy benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan
sudah berubah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Richard mencapai payudara Nindy dan mulai
meremas-remasnya.

Tak lama kemudian badan Nindy bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari
mulutnya terdengar,

“Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Nindy mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Richard mendorong habis
pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Nindy, penisnya terbenam seluruhnya
ke dalam kemaluan Nindy dari belakang.

Sementara badan Nindy bergetar-getar dalam orgasmenya, Richard sambil tetap menekan rapat-rapat
penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya
yang berada di dalam lubang vagina Nindy ikut berputar-putar mengebor liang vagina Nindy sampai ke
sudut-sudutnya.

Setelah badan Nindy agak tenang, Richard mencabut penisnya dan menjilat vagina Nindy dari belakang.
Vagina Nindy dibersihkan oleh lidah Richard. Kemudian badan Nindy dibalikkannya dan direbahkan di
sofa. Richard memasukkan penisnya dari atas, sekarang tangan Nindy ikut aktif membantu memasukkan
penis Richard ke vaginanya.

Kaki Nindy diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Richard. Richard terus menerus memompa vagina Nindy.
Badan Nindy yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Richard, yang terlihat oleh saya hanya pantat
dan lubang vagina yang sudah diisi oleh penis Richard.

Kadang-kadang terlihat tangan Nindy meraba dan meremas pantat Richard, sekali-kali jarinya di masukkan
ke dalam lubang pantat Richard.

Gerakan pantat Richard bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan
cepat keluar masuk di dalam lubang vagina Nindy, tiba-tiba,

“Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak,
Richard menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Nindy ke sofa, sehingga penisnya
terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Nindy.

Pantat Richard terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Nindy, sambil
kedua tangannya mendekap badan Nindy erat-erat. Dari mulut Nindy terdengar suara keluhan, “Sssh..,
sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.

Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Richard kemudian merebahkan diri di atas badan Nindy
yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina Nindy. Nindy melihat ke saya dan
memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat.

Aku tidak bisa melihat ekspresi Richard karena terhalang olah tubuh Nindy. Yang jelas dari sela-sela
selangkangan Nindy mengalir cairan mani. Kemudian Nindypun seperti kebiasaan kami membersihkan penis
Richard dengan mulutnya, itu membuat Richard mengelinjang keenakan.

Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat
bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu.-

Back To Top