Ngentot Dengan Gadis SMA Polos



Sesaat lamanya aku hanya berdiri di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah tetapi berarsitektur gaya Jawa kuno. Hampir separuh bagian rumah di depanku itu adalah terbuat dari kayu jati tua yang super awet. Di depan terdapat sebuah pendopo kecil dengan lampu gantung kristalnya yang antik. Lantai keramik dan halaman yang luas dengan pohon-pohon perindangnya yang tumbuh subur memayungi seantero lingkungannya. Aku masih ingat, di samping rumah berlantai dua itu terdapat kolam ikan Nila yang dicampur dengan ikan Tombro, Greskap, dan Mujair. Sementara ikan Geramah dipisah, begitu juga ikan Lelenya. Dibelakang sana masih dapat kucium adanya peternakan ayam kampung dan itik. Tante Yustina memang seorang arsitek kondang dan kenamaan.
Enam tahun aku tinggal di sini selama sekolah SMU sampai D3-ku, sebelum akhirnya aku lulus wisuda pada sebuah sekolah pelayaran yang mengantarku keliling dunia. Kini hampir tujuh tahun aku tidak menginjakkan kakiku di sini. Sama sekali tidak banyak perubahan pada rumah Tante Yus. Aku bayangkan pula si Vivi yang dulu masih umur lima tahun saat kutinggalkan, pasti kini sudah besar, kelas enam SD.
Kulirik jarum jam tanganku, menunjukkan pukul 23:35 tepat. Masih sesaat tadi kudengar deru lembut taksi yang mengantarku ke desa Kebun Agung, sleman yang masih asri suasana pedesaannya ini. Suara jangkrik mengiringi langkah kakiku menuju ke pintu samping. Sejenak aku mencari-cari dimana dulu Tante Yus meletakkan anak kuncinya. Tanganku segera meraba-raba ventilasi udara di atas pintu samping tersebut. Dapat. Aku segera membuka pintu dan menyelinap masuk ke dalam. SalamPoker Agen Poker Online Uang
Sejenak aku melepas sepatu ket dan kaos kakinya. Hmm, baunya harum juga. Hanya remang-remang ruangan samping yang ada. Sepi. Aku terus saja melangkah ke lantai dua, yang merupakan letak kamar-kamar tidur keluarga. Aku dalam hati terus-menerus mengagumi figur Tante Yus. Walau hidup menjada, sebagai single parents, toh dia mampu mengurusi rumah besar karyanya sendiri ini. Lama sekali kupandangi foto Tante Yus dan Vivi yang di belakangnya aku berdiri dengan lugunya. Aku hanya tersenyum.
Kuperhatikan celah di bawah pintu kamar Vivi sudah gelap. Aku terus melangkah ke kamar sebelahnya. Kamar tidur Tante Yus yang jelas sekali lampunya masih menyala terang. Rupanya pintunya tidak terkunci. Kubuka perlahan dan hati-hati. Aku hanya melongo heran. Kamar ini kosong melompong. Aku hanya mendesah panjang. Mungkin Tante Yus ada di ruang kerjanya yang ada di sebelah kamarnya ini. Sebentar aku menaruh tas ransel parasit dan melepas jaket kulitku. Berikutnya kaos oblong Jogja serta celana jeans biruku. Kuperhatikan tubuhku yang hitam ini kian berkulit gelap dan hitam saja. Tetapi untungnya, di tempat kerjaku pada sebuah kapal pesiar itu terdapat sarana olah raga yang komplit, sehingga aku kian tumbuh kekar dan sehat.
Tidak perduli dengan kulitku yang legam hitam dengan rambut-rambut bulu yang tumbuh lebat di sekujur kedua lengan tangan dan kakiku serta dadaku yang membidang sampai ke bawahnya, mengelilingi pusar dan terus ke bawah tentunya. Air. Ya aku hanya ingin merasakan siraman air shower dari kamar mandi Tante Yus yang bisa hangat dan dingin itu.
Aku hendak melepas cawat hitamku saat kudengar sapaan yang sangat kukenal itu dari belakangku, “Andrew..? Kaukah itu..?”
Aku segera memutar tubuhku. Aku sedikit terkejut melihat penampilan Tante Yus yang agak berbeda. Dia berdiri termangu hanya mengenakan kemeja lengan panjang dan longgar warna putih tipis tersebut dengan dua kancing baju bagian atasnya yang terlepas. Sehingga aku dapat melihat belahan buah dadanya yang kuakui memang memiliki ukuran sangat besar sekali dan sangat kencang, serta kenyal. Aku yakin, Tante Yus tidak memakai BH, jelas dari bayangan dua bulatan hitam yang samar-samar terlihat di ujung kedua buah dadanya itu. Rambutnya masih lebat dipotong sebatang bahunya. Kulit kuning langsat dan bersih sekali dengan warna cat kukunya yang merah muda.

BACA JUGA : NGENTOT DENGAN SEKERTARIS PERAWAN
“Ngg.., selamat malam Tante Yus… maaf, keponakanmu ini datang dan untuk berlibur di sini tanpa ngebel dulu. Maaf pula, kalau tujuh tahun lamanya ini tidak pernah datang kemari. Hanya lewat surat, telpon, kartu pos, e-mail.., sekali lagi, saya minta maaf Tante. Saya sangat merindukan Tante..!” ucapku sambil kubiarkan Tante Yus mendekatiku dengan wajah haru dan senangnya.
“Ouh Andrew… ouh..!” bisik Tante Yus sambil menubrukku dan memelukku erat-erat sambil membenamkan wajahnya pada dadaku yang membidang kasar oleh rambut.
Aku sejenak hanya membalas pelukannya dengan kencang pula, sehingga dapat kurasakan desakan puting-puting dua buah dadanya Tante Yus.
“Kau pikir hanya kamu ya, yang kangen berat sama Tante, hmm..? Tantemu ini melebihi kangennya kamu padaku. Ngerti nggak..? Gila kamu Andrew..!” imbuhnya sambil memandangi wajahku sangat dekat sekali dengan kedua tangannya yang tetap melingkarkan pada leherku, sambil kemudian memperhatikan kondisi tubuhku yang hanya bercawat ini.
Tante Yustina tersenyum mesra sekali. Aku hanya menghapus air matanya. Ah Tante Yus…
“Ya, untuk itulah aku minta maaf pada Tante…”
“Tentu saja, kumaafkan..” sahutnya sambil menghela nafasnya tanpa berkedip tetap memandangiku, “Kamu tambah gagah dan ganteng Andrew. Pasti di kapal, banyak crew wanita yang bule itu jatuh cinta padamu. Siapa pacarmu, hmm..?”
“Belum punya Tan. Aku masih nabung untuk membina rumah tangga dengan seorang, entah siapa nanti. Untuk itu, aku mau minta Tante bikinkan aku desain rumah…”
“Bayarannya..?” tanya Tante Yus cepat sambil menyambar mulutku dengan bibir tipis Tante Yus yang merah. Poker Deposit 10 Ribu
Aku terkejut, tetapi dalam hati senang juga. Bahkan tidak kutolak Tante Yus untuk memelukku terus menerus seperti ini. Tapi sialnya, batang kemaluanku mulai merinding geli untuk bangkit berdiri. Padahal di tempat itu, perut Tante Yus menekanku. Tentu dia dapat merasakan perubahan kejadiannya.
“Aku… ngg…”
“Ahh, kamu Andrew. Tante sangat kangen padamu, hmm… ouh Andrew… hmm..!” sahut Tante Yus sambil menerkam mulutku dengan bibirnya.
Aku sejenak terkejut dengan serbuan ganas mulut Tante Yus yang kian binal melumat-lumat mulutku, mendasak-desaknya ke dalam dengan buas. Sementara jemari kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku. Tidak karuan lagi, aku jadi terangsang. Kini aku berani membalas ciuman buas Tante Yus. Nampaknya Tante Yus tidak mau mengalah, dia bahkan tambah liar lagi. Kini mulut Tante Yus merayap turun ke bawah, menyusuri leherku dan dadaku. Beberapa cupangan yang meninggalkan warna merah menghiasi pada leher dan dadaku. Kini dengan liar Tante Yus menarik cawatku ke bawah setelah jongkok persis di depan selangkanganku yang sedikit terbuka itu. Tentu saja, batang kemaluanku yang sebenarnya telah meregang berdiri tegak itu langsung memukul wajahnya yang cantik jelita.
“Ouh, gila benar. Tititmu sangat besar dan kekar, An. Ouh… hmmm..!” seru bergairah Tante Yus sambil memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya, dan mulailah dia mengulum-ngulum, yang seringkali dibarengi dengan mennyedot kuat dan ganas.
Sementara tangan kanannya mengocok-ngocok batang kejantananku, sedang jemari tangan kirinya meremas-remas buah kemaluanku. Aku hanya mengerang-ngerang merasakan sensasi yang nikmat tiada taranya. Bagaimana tidak, batang kemaluanku secara diam-diam di tempat kerjaku sana, kulatih sedemikian rupa, sehingga menjadi tumbuh besar dan panjang. Terakhir kuukur, batang kejantanan ini memiliki panjang 25 sentimeter dengan garis lingkarnya yang hampir 20 senti. Rambut kemaluan sengaja kurapikan.
Tante Yus terus menerus masih aktif mengocok-ngocok batang kemaluanku. Remasan pada buah kemaluanku membuatku merintih-rintih kesakitan, tetapi nikmat sekali. Bahkan dengan gilanya Tante Yus kadangkala memukul-mukulkan batang kemaluanku ini ke seluruh permukaan wajahnya. Aku sendiri langsung tidak mampu menahan lebih lama puncak gairahku. Dengan memegangi kepala Tante Yus, aku menikam-nikamkan batang kejantananku pada mulut Tante Yus. Tidak karuan lagi, Tante Yus jadi tersendak-sendak ingin muntah atau batuk. Air matanya malah telah menetes, karena batang kejantananku mampu mengocok sampai ke tenggorokannya.
Pada satu kesempatan, aku berhasil mencopot kemejanya. Aku sangat terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Luar biasa besarnya. Keringat benar-benar telah membasahi kedua tubuh kami yang sudah tidak berpakaian lagi ini. Dengan ganas, kedua tangan Tante Yus kini mengocok-ngocok batang kemaluanku dengan genggamannya yang sangat erat sekali. Tetapi karena sudah ada lumuran air ludah Tante Yus, kini jadi licin dan mempercepat proses ejakulasiku.
“Crooot… cret.. croot… creeet..!” menyemprot air maniku pada mulut Tante Yus.
Saat spremaku muncrat, Tante Yus dengan lahap memasukkan batang kemaluanku kembali ke dalam mulutnya sambil mengurut-ngurutnya, sehingga sisa-sisa air maniku keluar semua dan ditelan habis oleh Tante Yus.
“Ouhh… ouh.. auh Tante… ouh..!” gumamku merasakan gairahku yang indah ini dikerjai oleh Tante Yus.
“Hmmm… Andrew… ouh, banyak sekali air maninya. Hmmm.., lezaat sekali. Lezat. Ouh… hmmm..!” bisik Tante Yus menjilati seluruh bagian batang kemaluanku dan sisa-sisa air maninya.
Sejenak aku hanya mengolah nafasku, sementara Tante Yus masih mengocok-ngocok dan menjilatinya.
“Ayo, Andrew… kemarilah Sayang.., kemarilah Baby..!” pintanya sambil berbaring telentang dan membuka kedua belah pahanya lebar-lebar. DAFTAR ID PRO POKER ONLINE
Aku tanpa membuang waktu lagi, terus menyerudukkan mulutku pada celah vagina Tante Yus yang merekah ingin kuterkam itu. Benar-benat lezat. Vagina Tante Yus mulai kulumat-lumat tanpa karuan lagi, sedangkan lidahku menjilat-jilat deras seluruh bagiang liang vaginanya yang dalam. Berulang kali aku temukan kelentitnya lewat lidahku yang kasar. Rambut kemaluan Tante Yus memang lebat dan rindang. Cupangan merah pun kucap pada seluruh bagian daging vagina Tante Yus yang menggairahkan ini. Tante Yus hanya menggerinjal-gerinjal kegelian dan sangat senang sekali nampaknya. Kulirik tadi, Tante Yus terus-menerus melakukan remasan pada buah dadanya sendiri sambil sesekali memelintir puting-putingnya. Berulang kali mulutnya mendesah-desah dan menjerit kecil saat mulutku menciumi mulut vaginanya dan menerik-narik daging kelentitnya.
“Ouh Andrew… lakukan sesukamu.. ouh.., lakukan, please..!” pintanya mengerang-erang deras.
Selang sepuluh menit kemuadian, aku kini merayap lembut menuju perutnya, dan terus merapat di seluruh bagian buah dadanya. Dengan ganas aku menyedot-nyedot puting payudaranya. Tetapi air susunya sama sekali tidak keluar, hanya puting-puting itu yang kini mengeras dan memanjang membengkak total. Di buah dadanya ini pula aku melukiskan cupanganku banyak sekali. Berulang kali jemariku memilin-milin gemas puting-puting susu Tante Yus secara bergantian, kiri kanan. Aku kini tidak tahan lagi untuk menyetubuhi Tanteku. Dengan bergegas, aku membimbing masuk batang kemaluanku pada liang vaginanya.
“Ooouhkk.. yeaaah… ayoo.. ayooo… genjot Andrew..!” teriak Tante Yus saat merasakan batang kejantananku mulai menikam-nikam liar mulut vaginanya.
Sambil menopang tubuhku yang berpegangan pada buah dadanya, aku semakin meningkatkan irama keluar masuk batang kemaluanku pada vagina Tante Yus. Wanita itu hanya berpegangan pada kedua tanganku yang sambil meremas-remas kedua buah dadanya.
“Blesep… sleeep… blesep..!” suara senggama yang sangat indah mengiringi dengan alunan lembut.
Selang dua puluh menit puncak klimaks itu kucapai dengan sempurna, “Creeet… croot… creeet..!”
“Ouuuhhhkk.. aooouhkk… aaahhk..,” seru Tante Yus menggelepar-gelepar lunglai.
“Tante… ouhhh..!” gumamku merasakan keletihanku yang sangat terasa di seluruh bagian tubuhku.
Dengan batang kemaluan yang masih tetap menancap erat pada vagiana Tante Yus, kami jatuh tertidur. Tante Yus berada di atasku.
Karena kelelahanku yang sangat menguasai seluruh jaringan tubuhku, aku benar-benar mampu tertidur dengan pulas dan tenang. Entah sudah berapa lama aku tertidur pulas, yang jelas saat kubangun udara dingin segera menyergapku. Sial. Aku sadar, ini di desa dekat Merapi, tentu saja dingin. Tidak berapa lama jam dinding berdentang lima sampai enam kali. Jam enam pagi..! Dengan agak malas aku beranjak berdiri, tetapi tidak kulihat Tante Yus ada di kamar ini. Sepi dan kosong. Dimana dia..? Aku terus mencoba ingin tahu. Dalam keadaan bugil ini, aku melangkah mendekati meja lampu. Secarik kertas kutemukan dengan tulisan dari tangan Tante Yustina.
Andrew sayang, Tante kudu buru-buru ke Jakarta pagi ini. Udah dijemput. Ada pameran di sana. Tolong jaga rumah dan Vivi. Ttd, Yustina.
Aku menghela nafas dalam-dalam. Gila, setelah menikmati diriku, dia minggat. Tetapi tidak apa-apa, aku dapat beristirahat total di sini, ditemani Vivi. Eh, tapi dimana dia..? Aku segera mengambil selembar handuk putih kecil yang segera kulilitkan pada tubuh bawahku. Tanpa membuang waktu lagi aku segera menyusuri rumah, dari ruang ke ruang dari kamar ke kamar. Tetapi sosok bocah SD itu tidak kelihatan sama sekali. Aku hampir putus asa, tetapi mendadak aku mendengar suara gemericik air pancuran dari kamar mandi ruang tamu di depan sana. Vivi. Ya itu pasti dia. Aku segera memburu.
Kubuka pintu kamar tamu yang luas dan asri ini. Benar. Kulihat pintu kamar mandinya tidak ditutup, ada bayangan orang di situ yang sedang mandi sambil bernyanyi melagukan Westlife. Edan, anak SD nyanyinya begitu. Aku hanya tersenyum saja. Perlahan aku mendekati gawang pintu. Aku seketika hanya menelan ludahku sendiri. Vivi berdiri membelakangiku masih asyik bergoyang-goyang sambil menggosok seluruh tubuhnya yang telanjang bulat itu dengan sabun. Rambut panjangnya tumbuh lurus dan hitam sebatas pinggang. Berkulit kuning langsat dan nampaknya halus sekali. Kusadari dia telah tumbuh lebih dewasa.
Air shower masih menyiraminya dengan hangat. Pantatnya sungguh indah bergerak-gerak penuh gairah. Hanya aku belum lihat buah dadanya. Tanpa kuduga, Vivi membalikkan badannya. Aku yang melamun, seketika terkejut bukan main, takut dan khawatir membuatnya kaget lalu marah besar. Ternyata tidak.
“Mas..? Mas Andrew..?” bertanya Vivi tidak percaya dengan wajah senang bercampur kaget.
Aku hanya menghela nafas lega. Dapat kuperhatikan kini, buah dadanya Vivi telah tumbuh cukup besar. Puting-putingnya hitam memerah kelam dan tampak menonjol indah. Kira-kira buah dadanya ya, sekitar seperti tutup gelas itu. Seperti belum tumbuh, tetapi kok terlihat sudah memiliki daging menonjolnya. Sedangkan rambut kemaluannya sama sekali belum tumbuh. Masih bersih licin.
“Hai vivi, apa kabarnya..?” tanyaku mendekat.
Vivi hanya tersenyum, “Masih ingat ketika kita renang bersama di rumahku dulu..? Kita berdua kan..? Hmm..?” sambungku meraih bahunya.
Air terus menyirami tubuhnya, dan kini juga tubuhku. Vivi mengangguk ingat.
“Ya. Ngg.., bagaimana kalau kita mandi bareng lagi Mas. Vivi kangen… mas andrew.. ouh..!” ujarnya memeluk pinggangku.
Aku mengangkut tubuhnya yang setinggi dadaku ini dengan erat.
“Tentu saja, yuk..!”
Aku menurunkan Vivi.
“Kapan Mas datangnya..?”
“Tadi malam. Vivi lagi tidur ya..?”
“Hm.. Mh..!”
Aku melepas handukku yang kini basah. Saat kulepas handukku, Vivi tampak kaget melihat rambut kemaluanku yang tumbuh rapih. Segera saja tangannya menjamah buah kemaluan dan bantang kejantananku.
“Ouh.., Mas sudah punya rambut lebat ya. Vivi belum Mas..,” ujarnya sambil memperhatikan vaginanya yang kecil.
Tentu saja aku jadi geli, batang kemaluanku diraba-raba dan ditimang-timang jemari tangan mungil Vivi yang nakal ini.
“Itu karena Vivi masih kecil. Nanti pasti juga memiliki rambut kemaluan. Hmm..?” ucapku sambil membelai wajahnya yang manis sekali.
Vivi hanya tersipu. Sialnya, aku kini jadi kian geli saat Vivi menarik-narik batang kejantananku dengan candanya.
“Ihhh.., kenyal sekali… ouh.., seperti belalai ya Mas..!”
Aku jadi terangsang. Gila.
“Belalai ini bisa akan jadi tumbuh besar dan panjang lho. Vivi mau lihat..?”
“Iya Mas.., gimana tuh..?”
“Vivi mesti mengulum, menghisap-hisap dan menyedotnya dengan kuat sekali batang zakar ini. Gimana..? Enak kok..!” kataku merayu dengan hati yang berdebar-debar kencang.
Vivi sejenak berpikir, lalu tanpa menoleh ke arahku lagi, dia memasukkan ujung batang kejantananku ke dalam mulutnya. Wow..! Gadis kecil ini langsung melakukan perintahku, lebih-lebih aku mengarahkan juga untuk mengocok-ngocok batang kemaluanku ini, Vivi menurut saja, dia malah kegirangan senang sekali. Dianggapnya batang ku adalah barang mainan baginya.
“Iya Mas. Tambah besar sekali dan panjang..!” serunya kembali melumat-lumatkan batang kejantananku dan mengocok keras batangnya.
Sekarang Vivi kuajari lagi untuk meremas buah kemaluanku. Aku membayangkan semua itu bahwa Tante Yus yang melakukan. Indah sekali sensasinya. Tetapi nyatanya aku tengah dipompa nafsu seksku dari bocah cilik ini. Edan, sepupuku lagi. Tetapi apa boleh buat. Aku lagi kebelet sekali kini. Yang ada hanyalah Vivi yang lugu dan bodoh tetapi mengasyikan sekali. Batang kejantananku kini benar-benar telah tumbuh sempurna keras dan panjangnya. Vivi kian senang. Aku kian tidak tahan.
“Teruskan Vi, teruskan… ya.., ya… lebih keras dan kenceng… lakukanlah Sayang..!” perintahku sambil mengerang-erang.
Setelah hampir lima belas menit kemudian, air maniku muncrat tepat di dalam mulut Vivi yang tengah menghisap batang kemaluanku.
“Creeet… crooot.. creet.. cret..!”
“Hup.. mhhhp..!” teriak kaget Vivi mau melepaskan batang kemaluanku.
Tetapi secepat itu pula dia kutahan untuk tetap memasukkan batang kemaluanku di dalam mulutnya.
“Telan semua spermanya Vi. Itu namanya sperma. Enak sekali kok, bergizi tinggi. Telan semuanya, ya.. yaaa… begitu… terus bersihkan sisa-sisanya dari batangnya Mas..!” perintahku yang dituruti dengan sedikit enggan.
Tetapi lama kelamaan Vivi tampak keasyikan mencari-cari sisa air maniku.
“Enak sekali Mas. Tapi kental dan baunya, hmm.., seperti air tajin saat Mama nanak nasi..! Enak pokoknya..! Lagi dong Mas, keluarkan spermanya..!”
Gila. Gila betul. Aku masih mencoba mengatur jalannya nafasku, Vivi minta spermaku lagi..? Edan anak ini.
“Baik, tapi kini Vivi ikuti perintahku ya..! Nanti tambah asyik, tapi sakit. Gimana..?”
“Kalau enak dan asyik, mauh. Nggak papa sakit dikit. Tapi spermanya ada lagi khan..?”
Aku mengangguk. Vivi mulai kubaringkan sambil kubuka kedua belahan pahanya yang mulus itu untuk melingkari di pinggangku. Vivi memperhatikan saja. Air dari shower masih mengucuri kami dengan dingin setelah tadi sempat kuganti ke arah cool.
“Auuuh, aduh.. Mas..!” teriak vivi kaget saat aku memasukkan batang kejantananku ke dalam liang vaginanya yang jelas-jelas sangat sempit itu.
Tetapi aku tidak perduli lagi. Kukocok vagina Vivi dengan deras dan kencang sambil kuremas-remas buah dadanya yang kecil, serta menarik-narik puting-puting buah dadanya dengan gemas sekali. Vivi semakin menjerit-jerit kesakitan dan tubuhnya semakin menggerinjal-gerinjal hebat.
“Sakiiit.. auuuh Mas.., Mas hentikan saja… sakiiit, perih sekali Mas, periiihhh… ouuuh akkkh… aouuuhkkk..!” menjerit-jerit mulut manisnya itu yang segera saja kuredam dengan melumat-lumat mulutnya.
“Blesep.. blesep… slebb..!” suara persetubuhkan kami kian indah dengan siraman shower di atas kami.
Aku semakin edan dan garang. Gerakan tubuhku semakin kencang dan cepat. Dapat kurasakan gesekan batang kemaluanku yang berukuran raksasa ini mengocok liang vaginan Vivi yang super rapat sempitnya. Dari posisi ini, aku ganti dengan posisi Vivi yang menungging, aku menyodok vaginanya dari belakang. Lalu ke posisi dia kupangku, sedangkan aku yang bergerak mengguncangkan tubuhnya naik, lalu kuterima dengan menikam ke atas menyambut vaginanya yang melelehkan darah.
“Tidak Masss… ouh sakit.. uhhk… huuuk… ouhhh… sakiiit..!” tangisnya sejadi-jadinya.
Tetapi aku tidak perduli, sepuluh posisi kucobakan pada tubuh bugil mungil Vivi. Bahkan Vivi nyaris pingsan. Tetapi disaat gadis itu hendak pingsan, puncak ejakulasiku datang.
“Creeet… crooot.. sreeet… crreeet..!” muncratnya air mani yang memenuhi liang vaginanya Vivi bercampur dengan darahnya.
Vivi jatuh pingsan. Aku hanya mengatur nafasku saja yang tidak karuan. Lemas. Vivi pingsan saat aku memasangkan kembali batang kemaluanku ke posisi dia, kugendong di depan dengan dadanya merapat pada dadaku. Pelan-pelan kujatuh menggelosor ke bawah dengan batang kemaluanku yang masih menancap erat di vaginanya.
Itulah pengalamanku dengan Tante Yus dan putrinya Vivi yang keduanya memang binal itu. Teriring salam untuk Vivi.



Daftarkan diri anda di SalamPoker Situs Poker Online Terbaik dan Terpercaya Minimal Deposit Hanya 10rb dan Nikmati Bonus yang tersedia di SalamPoker

Kepala Sekolah Kucing Garong Part 3

Lanjutan

Aku yg kenal betul seluk-beluk kantin dan tempat tinggal Bu Lastri langsung menyelinap ke dlm ruang kantin. Akses masuk ke ruang kantin tidak berpintu dan letaknya bersebelahan dengan kamar Bu Lastri. Bila di dlm kamar ada orang berbincang, pasti terdengar dari luar karena dinding bangunan rumah penjaga sekolah dan kantin terbuat dari papan yg karena faktor usia sudah banyak berlubang. “Tadi katanya cuma mau dipijat. Kok Bapak tangannya gerayangan begini sih,”

Suara Bu Lastri terdengar dari balik dinding kamarnya. Aku jadi makin penasaran. Apa mungkin Pak Ilham yg tengah menggerayangi Bu Lastri? Tapi sepeda onthel yg terparkir di halaman rumah penjaga sekolah memang milik dia. Perlahan dan tanpa bersuara aku mendekati dinding kamar. Setelah kutemukan lubang cukup besar yg memungkinkan mengintip ke dlm, aku langsung mengintipnya.

Dugaanku tidak meleset. Meskipun posisinya tengkurap dan hanya memakai celana dlm, pria yg tengah dipijat Bu Lastri ternayata benar Pak Ilham. Kepala sekolahku yg berkepala botak dan berperut buncit itu tiduran tengkurap di kasur. Ia terlihat sangat menikmati pijatan Bu Lastri yg duduk di tepi ranjang. Namun Pak Ilham tak sekedar menikmati pijatan istri almarhum Pak Munib. Tangannya sesekali menggerayangi ke bongkahan bokong besar istri almarhum penjaga sekolah itu. Mengelus dan meremas-remas pantat besar Bu Lastri meski masih adari luar daster yg dipakai wanita itu.

Pantas Bu Lastri memprotes karena tangan Pak Ilham yg geraygan. Bahkan ketika dipijat dlm posisi terlentang, ulah Pak Ilham semakin menjadi. Daster Bu Lastri disingkapnya lalu tangannya mulai menggeraygi paha wanita itu. Malah sepertinya tangan kepala sekolahku itu juga telah sampai ke organ intim sang wanita pengelola kantin. Sebab berkali-kali tubuh Bu Lastri menggerinjal-gerinjal dan berusaha menepis tangan Pak Ilham.
“Bapak gimana sih, janjinya cuma mau dipijat. Kok jadi seperti ini lagi,” kata Bu Lastri ketus.
“Pengin lihat memekmu Ah. Inimu mantep dan enak,” kata Pak Ilham sambil mencengkeram dan meremas gemas memek Bu Lastri.

“Saya kan sudah melayani bapak beberapa kali. Kita tidak boleh seperti ini. Bapak kan juga punya istri,” kembali Bu Lastri mencoba menepis tangan Pak Ilham.
Mungkin karena sakit memeknya dicengkeram meski ia tahu Pak Ilham tidak tengah berusaha menyakitinya.
“Istriku ogah-ogahan melayaniku Ah. Ayolah aku sudah pengen banget,” ujar Pak Ilham menghiba.

Entah karena nafsunya sudah sampai ke ubun-ubun, penolakan Bu Lastri tidak membuat Pak Ilham surut langkah. Tanpa terduga, Pak Ilham yg semula tiduran telentang langsung bangkit. Bak gerakan seorang pegulat, ia meraih tubuh Bu Lastri yg tengah memijat dan langsung menggulingkannya. Saat posisi Bu Lastri menjadi terlentang dengan kaki terjuntai ke bawah di tepi ranjang, Pak Ilham langsung menindihnya. Kulihat Pak Ilham melumat bibir Bu Lastri. Tangannya juga mulai beraksi. Daster motif bunga-bunga yg dipakai wanita itu disingkapnya hingga kedua pahanya menyembul terbuka bahkan terlihat pula memeknya yg gembung menggunduk dan masih tertutup celana dlm warna hitam.

Selanjutnya tangan Pak Ilham terlihat mengusap-usap dan merabai vagina Bu Lastri. Awalnya Bu Lastri masih berusaha berontak. Ia berusaha mendorong dan menolak tubuh Pak Kepsek. Tetapi ketika tangan Pak Ilham telah menyelinap masuk ke balik celana dlm hitam itu dan melakukan sesuatu di sana, perlawanan Bu Lastri berangsur mengendur. Ia tidak lagi berontak dan tidak berusaha menolak tubuh Pak Ilham. Bahkan Pak Ilham tak perlu memaksa ketika ia meminta Bu Lastri melepas daster yg dipakainya. Saat dasternya terlepas, tetek Bu Lastri yg besar terlihat menggantung. Ia tidak memakai kutang. Putingnya-putingnya juga besar menonjol dengan bagian yg menghitam melingkarinya. Seperti bayi yg seharian tidak disusui, sambil memeluk tubuh Bu Lastri yg duduk di tepi ranjang, mulut Pak Ilham langsung nyosor menghisapi salah satu puting tetek wanita itu. Sedangkan teteknya yg lain menjadi sasaran pijatan dan remasan tangan Pak Ilham.

Aku jadi ingat Ny Merry pemeran film BF yg melakukan adegan seks dengan remaja pria. Tetek Ny Merry sepertinya sama ukurannya dengan milik Bu Lastri. Aku sudah berpuluh kali menontonnya hingga bisa membandingkannya. Berkali-kali aku menelan ludah karena terangsang. Nafasku memburu dengan mata yg terus menatap lewat lubang dinding kamar rumah dinas penjaga sekolah itu.

Sambil terus melahap dan mengenyoti tetek Bu Lastri secara bergantian, Pak Ilham mencoba mengarahkan tangan Bu Lastri ke kontolnya yg tampak menonjol di balik celana dlm. Namun Bu Lastri tidak bereaksi. Tangannya hanya mengelus-elus sesaat lalu dilepaskannya kembali. Sampai akhirnya Pak Ilham memelorotkan sendiri celana dlm yg dipakainya. Satu-satunya penutup tubuh yg tersisa.

Tadinya kukira Pak Ilham juga akan melepaskan celana dlm yg dipakai Bu Lastri. Aku sudah berharap adegan itu segera terjadi. Karena aku sudah ingin melihat langsung memek wanita itu. Bukan cuma mengkira-kira dari bentuknya yg membusung tercetak celana dlm warna hitam. Tetapi tidak Pak Ilham masih ingin mendapatkan layanan lain dari istri almarhum Pak Munib. Ia naik ke ranjang dan mengangsurkan kontolnya yg berukuran tak terlalu besar meminta untuk dikulum. Hanya, Bu Lastri mentah-mentah menolaknya. Memegang batangnya pun sepertinya enggan.
“Saya enggak pernah melakukan seperti itu pak. Nggak mau,”
“Ayo kulum saja Ah. Aku pengen sekali dikulum. Kamu kan sudah aku tolong hingga boleh bertempat tinggal terus di sini dan mengelola usaha kantin,” bujuk Pak Ilham.

Bersambung

Ngentot Sama Pramugari Cantik


Salam Cerita Seks ini merupakan kisah nyata yang di alami oleh salah seorang sahabat aku. cerita ngentot memek pramugari atau cerita dewasa pemerkosaan ,Kisah nyata ngentotin pramugari saat terbang ke medan – Jam menunjukkan 16.20 PM tagl 8 september 2017 ketika aku tiba di bandara Soekarno-Hatta, aku akan melakukan perjalanan ke Medan dengan rekan kerjaku Puspo, ketika aku hubungi ke hp nya Puspo masih di tol bandara, flight kami pukul 17.45, masih cukup waktu utk cek in. Aku ada cerita ngesex menarik untuk pecinta Cerita Seks indo, begini kisahnya. 

Jam 17.45 kami berjalan menuju pesawat utk boarding, seperti biasa ketika memasuki pintu pesawat semua penumpang disambut oleh pramugari yang ramah menyapa semua penumpang Ssssttt bagus tuh pramugarinya kata Puspo padaku Yoi man kataku sekilas kulirik name tag-nya ehmmm Siska, namanya tinggi kira2 167 postur tubuhnya nyaris sempurna kulit bersih seperti bintang iklan PONDS, sambil menatapku dia bertanya seat brp mas? seat 3 C&D kataku Ohh bisnis class mas – silahkan katanya lagi.Salam Poker Situs Poker Online Deposit 10 Ribu

Ketika pesawat sdh mengudara aku menuju toilet di belakang cockpit. aku menoleh kekanan disitu ada Siska dan temannya yg aku blm tau namanya Siska sedang berjongkok mengambil sesuatu dari laci dan terlihat pahanya yang mulus putih kulitnya lembut pastinya tanpa cela licin dia menoleh kearahku dan tersenyum aku tatap matanya dan akupun tersenyum sambil berlalu menuju toilet tatapanku hanya pada matanya saja tadi wkt pahanya terlihat dia blm tau ada aku disitu jadi dg “gentleman” tatapanku hanya pada mata saja hahaha.
Sekeluar dari toilet Siska msh disitu ini peluang pikirku segera aku hampiri dia Siska sdh lama di perusahaan ini kataku basa-basi Baru mau dua tahun mas eeeh kok tau namaku katanya Loh name tag kamu itu kataku. Ehh iya katanya dg senyum manis dan sedikit manja Di Medan nginap dimana? kataku di Grand Angkasa mas dimana katanya Eeehh sama dong aku duduk lagi yah kataku 

Jam 20.10 pesawat mendarat di bandara Polonia ketika akan keluar dari pesawat aku sapa Siska Sampe ketemu yah Iyaa mas, terima kasih katanya. 
Setiba di hotel kami cek in dan menempati kamar yang berbeda dan dilantai yang berlainan pula. Sesudah membersihkan diri kami keluar dari hotel dengan menggunakan rental car melihat-lihat kota dan cari makanan ini adalah pertama kalinya aku ke Medan.
Jam sdh menunjukkan 23.40 kami kembali ke hotel, setibanya di lobi Puspo mengajakku ke basement Disitu ada cafenya kata receptionist hotel katanya Boleh kataku. tetapi ketika kulihat kearah kiri ternyata ada Siska sedang duduk di coffee shop lobby Pus loe duluan deh kataku sambil menunjuk ke arah Siska Hmmmm ok dehgumam Puspo sambil menunjukan jari tengahnya Who knows kataku sambil tertawa kecil. 

Kuhampiri Siska, dia sedang duduk termenung, didepannya ada secangkir kopi dengan pot nya dan gula rendah kalori sedangkan dibibirnya menyelip sebatang rokok “Marlboro Light” Hei kok sendiri tegurku padanya dia melihat kearahku dengan terkejut Eeehhh mas kaget aku katanya Ohhh sorry deh kataku Gak apa kok katanya Boleh duduk kataku Please katanya menyilahkan, malam ini dia memakai celana jins ketat dan kaos ketat juga sehingga bentuk tubuhnya yang indah terlihat dengan jelas, rambut agak coklat-merah tembaga sebahu. Poker Online Uang Asli
Tadi blm dijawab kataku OOhhh iya sendiri katanya Yang lain mana kataku Aku sebel katanya tanpa menjawab pertanyaanku aku agak ribut dg Lia room mate ku katanya Boleh tau kenapa kataku Biasa lah jealous gak jelas gitu mas katanya Makanya kalo jadi orang jangan cantik-cantik amat kataku Iiihhh si mas katanya. +

Siska dari pada kamu BT disini kita ke cafe bawah yuk ajakku Saya sdh bbrp kali kesitu tapi ayo deh maskatanya segera aku panggil waiter coffee shop Bill nya yah kataku bill itu semua kumasukkan ke bill room aku.
Kami beranjak dan berjalan kearah kiri ruang receptionis lalu berbelok kekiri sambil menuruni tangga menuju cafe yang aku lupa namanya, entah sekarang msh ada atau tidak.
Suasana cafe agak gelap tapi tdk segelap diskotik Puspo rupanya sdh mendapatkan pasangannya aku lihat dia sedang asik dengan seorang gadis yg ber-rok mini dan pakai tank top merah wah pikirku lumayan tuh si Puspo.Kami memilih duduk di sofa kira-kira 5 m dari pintu masuk, sofa ini memang utk dua orang aku memesan chivas regal kepada waiter sedangkan Siska memesan red wines Siska kamu kok kayaknya lelah kataku sambil mengusap rambut Gak sih katanya sambil menyibakkan tanganku tetapi sejurus kemudian ternyata dia malah memegang tanganku dan bersandar di bahu kananku ketika aku menoleh kearah kanan secara tak sengaja kening kirinya tersentuh bibirku satu detik dia menoleh kearah kiri sehingga jarak bibir kami hanya 2 mili hembusan nafasnya yg beraroma wine tercium olehku dan membangkitkan nafsu birahiku aku paham kemauan-nya kulekatkan bibirku dibibirnya perlahan seolah meminta izin seperti yg sdh kuduga dia menyambut dengan bibirku dengan lembut. kami berciuman dengan lembut dan romantis.. ini saatnya. aku masukkan lidahku ke rongga mulutnya dan disambutnya dengan sapuan lidah yang makin menaikkan gairah lelakiku. sontak saja penisku mengeras dan hampir berontak didalam celana jins ku. Emmmm kamu tidur dimana kataku sambil melepaskan ciuman sesaat Aku males dikamarku katanya.. Aaaaahhh aku paham sekali arah kata-katanya itu. Ya udah aku juga udah ngantuk kataku.
Setiba dikamarku kami tidak membuang waktu lagi segera kupeluk dia ari belakang dan kuciumi tengkuk dan lehernya sambil kuraba payudaranya Ahhhhh.. ehmmmmm. dia mendesah. Penisku yg sdh mengeras dan masih terbungkus celana menempel rapat dipantatnya Siska menggoyang-goyangkan pantatnya menggoda penisku Aku tarik kaos ketatnya sehingga tinggal BH saja sekarang kuciumi lagi bahu, tengkuk lehernya dan sejurus kemudian BHnya sdh aku lepaskan. .dia menghadap kearahku sambil juga menarik kaos polo shirtku sehingga kami bertelanjang dada bersama kutatap gundukkan daging indah didadanya yang masih sangat kencang dg puting berwarna pink dia memekik kecil Uhhh mas berbulu dadamu katanya. Kurebahkan dia di ranjang dengan masih mengenakan celana panjang jins nya kugigit. .hisap jilat putingnya. Siska mendesah Uuukkkkkhhhhh maaasss nikmaaaattt katanya sambil tangannya mengelus dan mencubit kecil punggungku detik itu aku sempat berpikir bahwa tak pernah kusangka bhw tadi siang dia melayaniku di pesawat sekarang kami bercumbu aaahhh nasiiib.

Sesudah puas menjilati dan menghisap puting susunya. aku arahkan tanganku ke bagian depan celananya dan membuka celana itu. di angkatnya pantatnya utk memudahkanku melepaskannya. sambil tanganya menggapai ikat pinggangku. sekarang hanya tinggal cd nya saja dibaliknya kulihat rambut vagina yang rapi tak tahan segara aku tarik cd nya kubenamkan wajahku diselangkangannya. kujilati bibir vaginanya dia mendesah Eeeehhhhmmmm Aaaakkkkkhhhh lalu kuarahkan lidahku ke klitorisnya kujilati. dan kemudian kuhisap lembut klitorisnya sehingga tubuh Siska mengangkat kenikmatan Mas mas sini maaasss katanya aku tau maksudnya bahwa dia pun ingin memuaskan aku dengan mencumbu penisku kuubah posisi sehingga kami menjadi posisi 69 Ooooh honey i loved it katanya sambil menjilati dan kemudian menghisap penisku Aaahhh punya kamu wangi sayaaanng kataku padanya.
Entah berapa lama kami saling menjilat dan menghisap. hingga akhirnya. Ooohhh maaassss pls fuck meeee kata Siska Yes baby kataku sambil perlahan merubah posisi aku diatas danSiska dibawah missionaries aku masih belum puas. kuciumi ketiak nya ahhh wangiiii. Oooooohhhhh mas mas please entot aku masss katanya Aku mau penis masss nancap di memekku katanya mulai vulgar dan memegang penisku yg diarahkannya ke mulut vagina nya. .pun aku sdh tak tahan ingin segera merasakan kenikmatan liang senggama Siska kuturuti maunya Siska kepala penisku kutempelkan di mulut vaginanya tapi tubuhku masih kutahan Siska mengangkat tubuhnya keatas tidak sabar ingin segera aku menancapkan penisku ke vaginanya. sambil berkata Sayyaaang jangan siksaaa aku donk dengan tatapan memohon spy aku segera menancapkan penisku di vaginanya. timbul juga rasa ibaku padanya dan juga gejolak nafsuku yang sdh ingin merasakan memeknya yg sdh basah itu. dua detik kutekan penisku kearah vaginanya kepala penisku masuk agak susah aaaahhh rupanya masih rapat..pikirku Domino Qiuqiu Online
Siska merengkuh pantatku dan menekannya kearah tubuh nya agak kutahan penisku masuk 1/4 nya. sayaaaaang tekaaaannnn ak..aku mau katanya, rasa perikemanusiaanku timbul lagi kulemaskan tubuhku sambil menekan kebawah dan bllessssss penisku habis ditelan oleh vagina Siska. turun naik turun naik. aku kocok lembut dan kadang sedikit kasar dan juga kasar Siska terbeliak. merasakan kenikmatan yg katanya belum pernah dia alami. sekitar setengah jam kami bergumul dan berganti posisi dari missionaris, doggy, WOT memek Siska sungguh nikmat yg menurutnya dia ikut senam aerobic dan BL di wkt senggangnya bila tdk terbang ah pantas saja memek ini nikmat pikirku Aaaakkkhhhhh sayaaaang aku mau keluar erangku.. OOhhhh aku jg yaannngg katanya hanya 3 menit setelah itu hampir bersamaan kami memuncratkan cairan kenikmatan aaaaahhhh sayaaaanng kamu hebat hampir bersamaan kami mengatakannya, kami tertidur bersama selama 2 jam.
Jam 5 pagi Siska beranjak kekamarnya mau tugas terbang lagi katanya aku ke jakarta trs balikpapan sayaaaang katanya, tak lupa dia berikan no hp nya 08116302xx, mas aku nanti 2 mg lg cuti kemana yg enak? katanya terserah kamu kataku, aku jg ambil cuti deh kataku sambil kucium bibirnya i want you katanya.

Daftarkan diri anda di SalamPoker Situs Poker Online Terbaik dan Terpercaya Minimal Deposit Hanya 10rb dan Nikmati Bonus yang tersedia di SalamPoker


CERITA DEWASA NGENTOT SAMA DOKTER BOHAY

CERITA DEWASA NGENTOT SAMA DOKTER BOHAY
Dokter cantik yang membuat Kontolku menjadi tegang seketika

SalamCeritaSeks - Sudah hampir satu minggu aku tertidur di rumah sakit , dikarenakan aku mengalami kecelakaan pada saat naik motor, walaupun sebelumnya orang tua ku sudah melarang aku untuk naik motor.
Banyak yang bilang kalau aku memiliki wajah yang begitu cantik, dan aku tidak menampik hal itu karena sejak SMP aku sudah menjalin hubungan meskipun hanya sebatas cinta monyet. Kata cowok yang menjadi pacarku bilang kalau aku memang cantik, tapi sampai sekarang aku belum juga menemukan pacar  yang membuat hatiku benar-benar luluh. Karena selama ini aku berpacaran hanya untuk main-main saja.
Pikirku kalau seorang cewek yang tidak pernah berpacaran mereka tidak laku, sifatku juga nakal namun selama ini aku masih bisa menjaga keperawananku meskipun aku hidup di kota besar. Belum pernah sekalipun aku melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa, meskipun berkali-kali juga aku berganti pacar. Aku tahu seorang cowok belum tentu akan bertanggung jawab meskipun sudah melakukan layaknya dalam cerita dewasa tersebut. Agen IDN Poker
Hingga akhirnya di RS ini aku menaruh hati pada seorang dokter muda, panggil namanya mas Rangga. Aku memanggilnya dengan sebutan nama karena dia merupakan dokter yang telah merawatku dan karena ingin mencari perhatiannya itulah aku sengaja memanggilnya dengan sebutan mas, dan tidak jarang mama memarahiku karena di anggap tidak sopan. Tapi Dokter Rangga bilang kalau akau bisa memanggilnya dengan sebutan nama saja.
Usianya memang agak jauh di atas usiaku yakni 30 tahun. Tapi karena dokter Rangga begitu kalem dan ganteng, membuatnya terlihat lebih muda dari usianya. Selama ini akupun sering chat di sosial media dengannya, sedikit banyak akupun tahu tentang dirinya. Dokter Rangga masih single karena itu aku bertekad untuk terus menggodanya mungkin hatiku benar-benar kepincut padanya dan untungnya untuk saat ini aku sudah putus dengan pacarku.
Akhirnya akupun diperbolehkan pulang setelah 9 hari berada di Rs ini, aku merasa sedih karena harus meninggalkan RS. Tapi akupun merasa agak sedikit ada harapan ketika dokter Rangga bilang kalau dia masih mau berhubungan denganku lewat sosmed tentunya, tapi itu sudah cukup membuat aku senang. Jadilah hari-hari yang aku lalui menjadi lebih berwarna untuk mencari tahu tentang dokter Rangga. SalamPoker Agen Poker Online Uang Asli
Bahkan aku berani menyatakan cinta padanya meskipun hanya lewat chatingan, awalnya dia bilang kalau masih mau di pikir-pikir dulu. Tapi aku aku mendesaknya akhirnya diapun menerima cintaku, sejak saat itu aku begitu bahagia bahkan akupun menjadi sering main ke RS hanya untuk menemui mas Rangga walau hanya sebentar saja. Hingga akupun sibuk oleh ujian semester yang akan aku hadapi, dan menjadi jarang menemui mas Rangga.
Sejak berhubungan dengannya terlintas dalam benakku untuk melakukan adegan layaknya dalam cerita panas, tapi aku masih malu apalagi mas Rangga jarang sekali mengajakku jalan bareng. Dan kalau dipikir-pikir memang baru satu kali dia mengajakku makan siang bareng, dan hubungan kami memang romatis hanya di dalam dunia maya saja. Namun entah mengapa aku merasa itu sudah cukup menggembirakan.
Mungkin aku benar-benar mencintai mas Rangga, hingga akhirnya pada suatu hari aku berniat main ke rumah mas Rangga. Dan selama ini aku memang belum pernah kesana meskipun aku tahu alamatnya, tepatnya hari minggu aku pergi ke rumahnya. Seorang pembantu membukakan pintu untukku dan tidak lama kemudian mas Rangga datang langsung saja aku peluk tubuhnya dia agak kaget tapi akhirnya membalas pelukanku.
Mas Rangga kemudian mengajakku ke kamarnya dengan alasan lebih nyaman ngobrolnya, akupun mau saja karena aku lihat pembantunya memang agak kepo dengan lirikannya padaku. Di dalam kamarnya dia menyuruhku untuk duduk tapi karena aku begitu kangen padanya akupun duduk tapi dengan pelukan hangat darinya hingga akhirnya kamipun sama-sama terpancing untuk melakukan hal yang lebih, kami berciuman lama sekali.

Perawan ku diambil oleh Rangga si dokter ganteng

Akupun menikmatinya segera aku buka lebar pahaku setelah melihat mas Rangga hendak memasukkan kontolnya “OOouugghh…pelan..pelan.. mas… aaaaggggghhh… aaaaagggghhh…” Kataku sedikit menjerit dan rupanya mas Rangga tahu kalau baru kali ini aku melakukan adegan layakanya dalam cerita panas, dia perlahan mencoba menerobos memekku dan sampai akhirnya bisa juga dia lakukan dengan melewati lubang memekku.
Kemudian dia menggerakan pantatnya perlahan namun pasti akupun mendesah menikmatinya “OOouuggghh….oooouuugghh…. aaaaggghh.. mas… aaagghh.. nikmaaat… mas…. aaaggghh….” Terus saja mas Rangga bergerak bebas di atas tubuhku, hingga lama kelamaan semakin cepat juga dia bergoyang sampai akhirnya aku rasa dia sudah hampir mencapai puncak kenikmatan karena tangannya mulai erat memeluk tub

Daftarkan diri anda di SalamPoker Situs Poker Online Terbaik dan Terpercaya Minimal Deposit Hanya 10rb dan Nikmati Bonus yang tersedia di SalamPoker

uhku.
Back To Top